Suara.com - Kesusasteraan dan kesenian pada masa Paku Alam II berkembang dengan cukup pesat. Paku Alam II dinyatakan sebagai penentu dan penetap garis besar pembelajaran kesusasteraan dan kesenian di Pakualaman. Keistimewaan naskah skriptorium Paku Alam II adalah naskah disertai banyak iluminasi.
Iluminasi adalah pencerahan atau pemertinggi kesan atas halaman naskah melalui teknik penulisan, pola pewarnaan hiasan dekoratif, atau kelengkapan lainnya. Termasuk dalam kategori ini adalah hiasan pungtuasi, pembingkai teks, rubrikasi, dan gambar kaligrafi.
“Iluminasi naskah skriptorium PA II ini berupa pepadan, rubrikasi, rerenggan, wedana gapura renggan dan wedana renggan,” kata Sri Ratna Saktimulya, pada ujian terbuka program doktor Ilmu-ilmu Humaniora (Sastra), di UGM, Yogyakarta.
Pada ujian tersebut Ratna mempertahankan disertasinya berjudul Naskah-naskah Skriptorium Pakualaman Periode paku Alam II (1830-1858): Kajian Kodikologi, Filologi, dan Hermeneutika.
Sayangnya, sebagian naskah ini tidak dilengkapi data tarikh penciptaan dan nama penciptanya, sehingga tidak dapat menempatkan naskah pada konteksnya. Selain itu, sistem kerja penciptaan naskah skriptorium Paku Alam II belum diketahui sehingga tidak diperoleh gambaran proses penciptaan naskahnya.
“Tujuan penelitian ini yaitu menunjukkan deskripsi naskah dan cara mengidentifikasi tarikh penulisan berdasarkan corak huruf, kemiripan iluminasi, dan pilihan kertasnya,” kata dosen jurusan Sastra Nusantara, FIB UGM itu.
Melalui pendekatan kodikologi, filologi, dan hermeneutika, tarikh penciptaan naskah dan nama juru tulis dapat diperkirakan. Selain itu diketahui pula bahwa sebuah naskah diciptakan antara lain terisnpirasi oleh situasi dan kondisi di seputar Pura Pakualaman, dan lebih luas lagi Yogyakarta.
Ratna Saktimulya menjelaskan hasil penelitiannya, yaitu naskah yang tidak bertarikh dapat diperkirakan saat penciptaannya dengan memperhatikan aspek kodikologis. Periodisasi skriptorium juga terwujud berkat kajian kodikologi dan filologi.
“Teks-teks scriptorium Pakualaman ini juga mengarahkan pembaca pada sosok Paku Alam yang bijaksana karena selalu memetik hikmah dari segala kejadian, dirumuskan dalam piwulang sestradi, disisipkan diantara paparan kisah dan ditandai dengan iluminasi,” kata dia.
Berita Terkait
-
BRI Jaring Lulusan Terbaik UGM Lewat BRILIANEXT, Beri Jalur Cepat Menuju Future Leader
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Pilih Soroti MBG dan KDMP, Tiyo Ardianto Tak Ambil Pusing Temuan Alat Pelacak
-
Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun
-
Hakim Sebut Nadiem Makarim Rugikan Negara Rp1,5 Triliun
-
Bukan Musibah Biasa, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil
-
Bukan Cuma Soal Injak Kepala Kerbau, Lukas Luwarso Soroti Tokoh di Balik Acara Jokowi di Lampung
-
Modus PKBM Indonesia Negeriku Korupsi Dana Pendidikan Ratusan Pelajar
-
Gus Yaqut Jalani Tindakan Medis di RS Polri, KPK Berharap Segera Kembali Hadapi Proses Hukum
-
Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, Komisi X DPR Siap 'Pelototi' Lewat Pengawasan
-
Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung
-
Alasan Meringankan Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem: Jadi Tokoh Inovasi Pendidikan dan Teknologi
-
Update Perdamaian AS - Iran, Kapan Berunding Lagi?