Suara.com - Ribuan calon penumpang menumpuk di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah seluruh jadwal penerbangan dibatalkan akibat letusan Gunung Raung di Jawa Timur. Pemantauan di Terminal Keberangkatan Internasional bandara Ngurah Rai, Jumat (10/7/2015) siang ribuan calon penumpang tujuan mancanegara itu memadati meja informasi petugas menanyakan kepastian nasib penerbangan mereka.
"Saya pasrah karena ini terkait alam. Saya lebih baik tetap menunggu di sini (bandara), " kata Dougles Laidlaw, seorang calon penumpang dari Australia, yang hendak berangkat menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia terpaksa menunggu di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan Malaysia Airlines yang seharusnya lepas landas pukul 12.05 Wita.
Seorang calon penumpang lain Edouard Lecolier dari Perancis yang hendak berangkat menuju Singapura menumpang Tiger Airlines juga pasrah dengan kondisi tersebut. Lecolier seharusnya berangkat pada Kamis (9/7/2015) malam, namun bandara terpaksa ditutup karena dampak erupsi Gunung Raung.
"Seharusnya saya berangkat Kamis kemarin tetapi bandara ditutup dan saya kembali lagi jam 8 pagi ini tetapi ditutup lagi karena semua penerbangan dibatalkan," jelasnya.
Meskipun seluruh penerbangan dibatalkan dan operasional bandara ditutup, sejumlah calon penumpang tetap melakukan pelaporan atau "check in".
Pemandangan serupa juga terjadi di terminal keberangkatan domestik. Ribuan penumpang yang hendak menuju sejumlah kota di Tanah Air tidak bisa berangkat karena seluruh jadwal penerbangan dibatalkan hingga pukul 21.30 Wita. (Antara)
Berita Terkait
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Tren Traveling Bergeser, Wisatawan Kini Utamakan Kemudahan Ubah Jadwal Penerbangan
-
Industri Penerbangan Tertekan, Tapi Pesawat Lama Belum Tentu Berbahaya
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Belanja di Ketinggian: Inovasi Layanan Penerbangan Angkat Produk Lokal ke Pasar Premium
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer