Suara.com - Organisasi sayap Muhammadiyah, Nasiatul Aisyiyah menanggapi komentar Kabareskrim Polri, Budi Waseso yang menyebut Syafii Maarif tidak mengerti soal penegakan hukum. Nasiatul Aisyiyah mengatasnamakan warga Muhammdiyah di Yogyakarta.
Ketua PP Nasiatul Aisyiyah, Norma Sari menjelaskan warga Muhammdiyah di Yogyakarta tersinggung atas pernyataan Buwas itu. Pernyataan Buwas dianggap melecehkan mantan Ketua PP Muhammadiyah itu. Bahkan dinilai cenderung arogan dan tidak menghargai masukan dari luar.
Hal itu dikatakannya dalam konfrensi pers di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah DIY, Rabu (15/7/2015). Norma mengatakan Buwas sudah gagal paham dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Bagi saya, Budi Waseso itu sudah gagal paham. Dia bahkan sudah tidak bisa menangkap sinyal dari apa yang disampaikan oleh Buya (Syafii Maarif), bahwa penegak hukum itu kan seharusnya berada digaris depan pemberantasan korupsi, bukan malah mengkriminalisasi pemberantas korupsi seperti sekarang ini," kata Norma.
Sebelumnya, Syafii Maarif mengkritisi Bareskrim Polri yang menetapkan dua pimpinan Komisi Yudisial sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Lalu Buwas pun menanggapi pernyataan itu. Kata dia, Ketua Tim 9 itu tidak punya kapasitas mengomentari penetapan tersangka itu. Buwas meminta Syafii Maarif tidak mencampuri urusan penegakan hukum jika tidak mengerti penegakan hukum.
Norma menuding aksi Bareskrim Polri sebagai upaya pemebahan KY. "Lagi-lagi pelakunya adalah Polri," kata Norma.
Penyesalan atas pernyataan Buwas itu juga diutarakan tokoh muda Muhammdiyah, Zuly Qodir. Kata dia aksi Buwas itu makin merusak citra polisi di masyarakat.
"Kita sama-sama tahu permasalahannya itu hanya beberapa orang saja. Hanya sebagian kecil orang ditubuh polri yang bermasalah. Saat calon kapolri ditetap sebagai tersangka oleh KPK beberapa saat lalu. Kemudian berlanjut KPK dikriminalisasi. Permulaannya kan di sana. Kalau semua orang nanti dikriminalisasi, lalu siapa orang yang mau memberantas korupsi," kata Zuly Qodir.
Sementara perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Yogyakarta, Tri Wahyu meminta Presiden Joko Widodo melakukan intervensi untuk mencopot Budi Waseso sebagai Kabareskrim Polri. Alasannya Buwas menghambat pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Kami menyerukan kepada Presiden untuk segera mencopot Budi Waseso dari jabatannya sebagai Kabareskrim Polri," kata Tri Wahyu. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya