Suara.com - Mahasiswi berhati malaikat, mungkin julukan paling pantas buat Carmen Mark, gadis 18 tahun asal Malaysia yang satu ini. Meninggal di usia muda, Carmen mendonorkan sebagian organ tubuhnya bagi orang lain yang membutuhkan.
Carmen adalah mahasiswi ilmu keperawatan yang cerdas. Alasan dirinya memilih jurusan keperawatan di Politeknik Nanyang, Singapura, amat sederhana. Ia ingin membantu orang lain.
Namun, belum tercapai cita-citanya, Tuhan lebih dahulu memanggil Carmen. Menderita kebocoran pembuluh darah pada otaknya, Carmen jatuh koma selama tiga minggu, lalu meninggal dunia pada hari Selasa lalu.
Tragedi menyedihkan itu terjadi pada tanggal 3 Juli lalu. Carmen tiba-tiba ambruk saat makan siang di sekolah dan langsung dilarikan ke rumah sakit Tan Tock Seng.
Dokter mengatakan, Carmen menderita arteriovenous malformation (AVM) atau kelainan pembuluh darah berdinding tipis di otaknya. Carmen menjalani perawatan di ICU di rumah sakit di kampung halamannya, Penang, selama 10 hari.
Sempat membaik, kondisi Carmen kembali memburuk pekan lalu. Perempuan itu lalu dirawat kembali di ruang perawatan intensif, namun nyawanya tak terselamatkan.
Namun, kematian Carmen tidak sia-sia. Ia mendonasikan organ tubuhnya kepada lima penerima. (Asia One)
Tag
Berita Terkait
-
Dari Penjaga Fast Food, Kisah Syahriyadi Sosok di Balik Viral 'P P Apa' yang Mendunia
-
Membaca Gadis Minimarket: Satire Tajam Tentang Standar Ganda Masyarakat
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Diduga Cabuli Gadis yang Sedang Pingsan, Guru Besar UIN Palopo Resmi Dinonaktifkan dan 5 Faktanya
-
Aku, Gadis yang Meninggalkan Dunia
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok