News / Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 02:31 WIB
Anggota ISIS. (Reuters/HO)

Suara.com - Lembaga pemantu HAM, Syrian Observatory for Human Rigts melaporkan, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menculik sekitar 230 warga sipil di Suriah pada Jumat (7/8/2015) waktu setempat.

Aksi penculikan itu dilakukan di Kota Al Qaryatin yang terletak di kawasan tengah Irak, setelah ISIS berhasil merebut wilayah itu dari milter Suriah.

Kota Al-Qaryatain adalah tempat pelarian para pengungsi Kristen dari Provinsi Aleppo di utara.

"ISIS menculik setidaknya 230 orang, termasuk setidaknya 60 pemeluk Kristen," kata Rami Abdul Rahman, pimpinan lembaga itu.

Dia menjelaskan, tentara ISIS menuding para korban penculikan berkolaborasi dengan rezim di Suriah. Kelompok itu juga memburu warga kota yang berupaya melarikan diri.

Al-Qaryatain terletak di persimpangan antara wilayah kontrol ISIS di bagian timur Provinsi Homs dan wilayah barat Qalamun.

Sebelum perang, populasi di kota tersebut mencapai 18 ribu orang dengan mayoritas Muslim Suni serta 2 ribu Katolik Suriah dan Kristen Ortodoks.

Menurut seorang warga Kristen Suriah yang tinggal di Damaskus dan berasal dari Al-Qaryatain, saat ini populasi Kristen di kota itu hanya tersisa sekitar 300 orang.

Pada Mei lalu, sekelompok lelaki  tak dikenal menculik pendeta Suriah Jacques Moraud dan biara Katolik Mar Elian Al-Qaryatain, dekat dengan kota kuno Palmyra yang dikuasai oleh ISIS.

Mourad, yang dikenal sering menolong sesama tanpa memandang agama, saat itu tengah menyiapkan bantuan bagi para pengungsi dari Palmyra. (Independent)

Tag

Load More