News / Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 20:33 WIB
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengaku kaget mengetahui ada warganya yang bernama Heri Akhmad Rivai (55) datang ke Jakarta untuk berniat menjual ginjal.

Heri sempat aksi di Bundaran Hotel Indonesia beberapa waktu lalu dengan membawa kertas bertuliskan 'Saya mau menjual ginjal untuk biaya kuliah putri saya'.

"Saya tercengang ya mendengar berita itu (warga Tasik mau menjual ginjal), di Jakarta lagi, kemudian saya datang ke rumahnya dan memberikan solusi," ujar Uu di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (8/8/2015).

Sebelumnya, Heri yang merupakan warga Kampung Mekarsari RT 001/002, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, itu beralasan tujuan penjualan ginjalnya itu lantaran desakan ekonomi. Hasil penjualan tubuh tersebut nantinya akan dipakai untuk biaya kuliah putrinya, Dindi Intan Pertiwi.

Setelah adanya aksi tersebut, membuat pihak Tasik akhirnya membantu perekonomian keluarga Heri. "Alhamdulillah apa yang diperlukan oleh dia semua kita bantu semuanya, artinya anak yang pertama, dan yang kedua kita biayai sampi tamat, dan istrinya juga kita bantu pindah mengajarnya dari tempat yang jauh kita pindahkan ke dekat rumah, agar biayanya sedikit," jelas Uu

Uu juga memastikan Heri batalkan niat jual organ ginjal setelah ada masukan dari politisi PPP tersebut. "Ya, dia emang karena faktor ekonomi, tapi saya katakan itu haram hukumnya (menjual organ tubuh), dan dia juga nggak tahu katanya, dan sudah saya kasih tahu. Dan keperluanya sudah saya kasih bantuan, dan akhirnya dia sadar sampai nangis-nangis dianya," terang Uu.

Putri Heri, Dindi, saat ini sedang kuliah semester 5 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Administrasi Negara, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Load More