Suara.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memerintahkan pasukannya untuk siap berperang dengan Korea Selatan mulai Jumat (21/8/2015) petang pukul 17.00. Perintah itu dikeluarkan menyusul ultimatum kepada Korea Selatan (Korsel) untuk menghentikan siaran propaganda mereka paling lambat Sabtu (22/8/2015).
Ketegangan kedua negara meningkat saat Korut melepaskan tembakan artileri ke arah Korsel. Tembakan dilepaskan untuk memprotes siaran propaganda yang dilancarkan Korsel.
Tuntutan untuk menghentikan siaran propaganda tersebut sudah disampaikan sejak pekan lalu. Korut mengancam akan mengambil tindakan militer jika propaganda tersebut tidak dihentikan.
Propaganda berisi slogan-slogan anti Korut itu sendiri sudah disiarkan oleh Korsel di Zona Demilitarisasi (DMZ) di perbatasan kedua negara sejak tanggal 10 Agustus lalu. Dengan belasan pengeras suara, propaganda-propaganda tersebut disiarkan ke arah wilayah Korut.
Sebenarnya, kedua belah pihak sudah tidak lagi menggunakan metode propaganda ini sejak 2004. Korsel memulainya kembali setelah dua tentara Korsel yang berjaga di perbatasan menjadi korban ranjau darat Korut. Namun, Korut membantah terlibat dalam inside tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Korsel Baek Seung-joo mengatakan, pihaknya tidak akan menghentikan propaganda.Itu baru akan dihentikan jika Korut mau bertanggung jawab dan meminta maaf atas insiden tersebut.
Ultimatum Korut disampaikan dalam sebuah surat yang diterima Kementerian Pertahanan Korsel. Baek menduga, Korut kemungkinan akan menyerang 11 fasilitas pengeras suara yang dipakai Korsel untuk menyiarkan propaganda tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
-
Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia
-
Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara
-
Viral! Jingkrak-jingkrak dan Tangis Pemain Klub Korut Saat Bertemu Kim Jong-un
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan