Suara.com - Peredaran obat terlarang narkoba di Pamekasan, Jawa Timur kini mulai menyentuh pelajar sekolah dasar (SD). Temuan narkoba mulai beredar di kalangan pelajar SD ini ditemukan di Pamekasan, Jawa Timur.
"Ini sangat membahayakan bagi generasi masa depan bangsa dan oleh karenanya perlu ada gerakan terpadu dari semua elemen masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba di Pamekasan," kata Camat Proppo, Pamekasan, Jawa Timur, dalam keterangan persnya di Pamekasan, Sabtu (29/8/2015).
Camat Hambali mengemukakan hal ini, menanggapi tertangkapnya tujuh orang pengguna narkoba oleh tim gabungan Polda Jatim dalam penggerebekan yang digelar di salah satu rumah warga di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Pamekasan beberapa hari lalu.
Kecamatan Proppo, merupakan satu dari 13 kecamatan di Pamekasan yang masuk dalam cacatan garis merah polisi, karena seringnya terjadi tindak pidana kriminal, dan maraknya peredaran narkoba di wilayah itu.
Mayoritas pelaku dan pengedar narkoba yang tertangkap di kawasan wilayah selatan Pamekasan berasal dari Kecamatan Proppo, termasuk kasus penyanderaan yang dilakukan seorang anak terhadap orang tuanya belum lama ini, juga karena dalam pengaruh obat terlarang narkoba.
Menurut Camat Hambali, ada dua desa yang masuk kategori "parah" bahkan selama ini terindikasi menjadi pusat peredaran narkoba, yakni Desa Campor dan Desa Jambringin.
"Dan tingkat pendidikan masyarakat di dua desa ini memang rendah. Kami justru banyak menerima laporan bahwa ada siswa tingkat SD sudah jadi pemakai," kata Hambali.
Meski dari sisi pendidikan rendah, akan tetapi akses masyarakat dengan dunia luar sangat luas, dan kebanyakan warga Kecamatan Proppo menjadi perantau dengan tujuan Surabaya, Malang, Bali dan Jakarta.
Tidak sedikit kaum gadis-gadis desa di wilayah ini yang juga bekerja di berbagai tempat hiburan malam di Surabaya dan Jakarta.
"Hubungan dengan dunia luar itu yang menurut hemat menjadikan akses peredaran narkoba marak," kata pengamat sosial Pamekasan Hairus Saleh.
Sebelumnya pada 26 Agustus 2015, sebanyak 7 orang ditangkap polisi dari Polda Jatim karena berpesta narkoba di rumah warga bernama Tupah di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Pamekasan.
Sebanyak 14 gram narkoba jenis sabu-sabu diamankan petugas gabungan dari Polda Jatim kala itu.
Dari tujuh pengguna narkoba itu, seorang diantaranya berasal dari Kabupaten Sampang.
Antara di Pamekasan mencatat, penangkapan narkoba di Kecamatan Proppo pada 26 Agustus 2015 ini merupakan kali kedua dalam kurun waktu empat bulan terakhir ini.
Pada Mei 2015, tim narkoba Polres Pamekasan juga menangkap seorang pengedar narkoba di wilayah itu bernama Safakih warga Dusun Jalbudan, Desa Campor, Kecamatan Proppo.
Sedangkan penangkapan pengguna narkoba yang dilakukan oleh tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dan Polda Jatim pada 3 Juni 2015 digelar di Desa Batubintang, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan dengan tersangka bernama Dumar. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!
-
Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk
-
Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya
-
Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti
-
Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?
-
Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus
-
'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda
-
Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi
-
Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian
-
Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara