Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan enggan menanggapi wacana rombak pimpinan DPR menyusul tudingan dugaan pelanggaran etika.
"Belum tepat kita membahas hal itu, masih banyak rakyat yang sulit beli beras, harga-harga mahal," ujarnya di Gorontalo, Sabtu (12/9/2015).
Menurut dia, hal penting yang dilakukan adalah mengurusi persoalan rakyat, agar sebagai wakil rakyat menomorsatukan kepentingan publik.
"Malu pada rakyat jika kita memprioritaskan urusan-urusan yang belum tepat dibahas," ujarnya.
Dia meminta desakan perombakan pimpinan DPR tidak dijadikan polemik.
Seperti diberitakan, desakan perombakan pimpinan DPR ini menyusul pertemuan Setya Novanto dan Fadli Zon bertemu dengan kandidat capres dari Partai Republik AS Donald Trump di New York, AS.
Keduanya terekam kamera ikut dalam konferensi pers di Trump Tower. Pertemuan itu dilakukan di tengah-tengah agenda resmi pertemuan parlemen se-dunia.
Sejumlah anggota DPR lantas melaporkan keduanya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR karena diduga melanggar etika DPR. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar
-
Noel Minta Petinggi KPK Hadir di Sidang: Ada Apa dengan Ida Fauziyah?
-
Ketika Prabowo Puji Jajaran Menterinya sebagai Putra-Putri Terbaik Bangsa
-
Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan
-
Ribka Tjiptaning: BPJS Itu Tanggung Jawab Negara, Bukan Perusahaan Pemburu Untung
-
Kejagung Ungkap Alasan Pencopotan Empat Kajari: Tak Profesional dan Konflik Kepentingan
-
Wapres Gibran Dorong Percepatan RUU Perampasan Aset untuk Miskinkan Koruptor