Suara.com - Pemerintah Vietnam menyatakan akan melakukan perombakan media di negaranya sampai dengan 2020. Sejumlah media akan dipangkas, termasuk media online dan koran.
Dalam sebuah laporan media lokal Vietnam, Sabtu (26/9/2015) hari ini, keputusan pemerintah itu akan mengancam 10.000 wartawan dan pekerja media kehilangan pekerjaan.
Media itu mencatat pertumbuhan media di Vietnam sebanyak 2 kali lipat semenjak 15 tahun terakhir. Jumlahnya sampai 1.100 media di sana.
Pemerintah Vietnam yang masih 'bernapas' komunis itu menilai kondisi komersialisasi media di sana sangat kuat. Sehingga itu dianggap berpengaruh negatif ke publik.
Menterian Komunikasi dan informasi Vietnam, Nguyen Bac Son merinci proyek 'restrukturisasi media' itu. Di mana ada 4.000 wartawan yang berlisensi. Sentara ada 6.000 wartawan bisa kehilangan pekerjaan mereka karena tidak berlisensi. Begitu dikutip dari Koran Tuoi Tre.
Proyek itu diam-diam disetujui pemerintah Juni lalu. Tidak jelas berapa banyak publikasi yang akan dipertahankan.
Vietnam tidak akan membiarkan komersialisasi atau privatisasi media. Ini akan membantu meningkatkan kualitas dan kemampuan untuk menginformasikan kepada masyarakat.
Di Vietnam hanya ada 1 TV, radio, dan 3 surat kabar yang dijalankan oleh pemerintah komunis. Restrukturisasi akan dilakukan dengan proyek percontohan di akhir 2016. Seluruh proses akan selesai pada tahun 2020. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik