Suara.com - Beberapa foto yang memperlihatkan sejumlah karyawan sebuah perusahaan sedang merangkak menjadi sorotan publik. Para karyawan perusahaan di kawasan Danau Ruyi, Zhengzhou, Provinsi Henan itu kabarnya dipaksa merangkak oleh atasan mereka lantaran gagal memenuhi target penjualan perusahaan.
Dalam foto-foto yang beredar di situs media sosial Cina, Sina Weibo, tampak 10 lelaki dan perempuan sedang merangkak. Kabarnya, mereka adalah karyawan sebuah perusahaan pemasaran. Gagal mencapai target yang dipatok oleh perusahaan, merekapun harus menerima hukuman, yakni jalan merangkak.
Mereka merangkak di lantai kayu di tepian danau wisata Ruyi. Di sekitar mereka, terlihat sejumlah wisatawan yang menonton dan mengambil foto.
Menurut sejumlah laporan, perusahaan tempat mereka bekerja bahkan mengirim karyawan yang khusus diminta mengawasi pelaksanaan hukuman tersebut.
Tak pelak, foto-foto tersebut memicu kontroversi di medsos Weibo. Banyak pengguna Weibo yang mengutuk kebijakan perusahaan memberi hukuman seperti itu. Mereka menyebut hukuman itu lebih mirip seperti penyiksaan tak berperikemanusiaan.
"Bagaimana perusahaan itu bisa memiliki karyawan yang berkomitmen jika memberlakukan kebijakan seperti ini," kata seorang pengguna Weibo.
Akibat hukuman yang mereka jalani, beberapa karyawan mengaku mengalami luka-luka pada bagian lutut. Tidak diketahui apakah polisi melakukan penyelidikan atas peristiwa ini. (News.com.au)
Berita Terkait
-
Kursi Melayang, Perut Ditendang: Ketua DPRD Soppeng Dipolisikan ASN Gegara Penempatan Sopir
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Karir Ambyar! Brigadir YAAS Dipecat Polda Kepri Usai Aniaya Calon Istri yang Hamil
-
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Ketika Luka Menjadi Kekuatan!
-
LPSK Puji Oditur Militer: 22 Senior Penganiaya Prada Lucky Dituntut Bayar Ganti Rugi Rp1,6 Miliar
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam