Suara.com - Sejumlah warga Kendari, Sulawesi Tenggara, mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri untuk menanyakan tindak lanjut kasus dugaan penipuan bermodus menjanjikan menjadi pegawai negeri sipil yang dilakukan Thamrin, Rabu (7/10/2015).
Salah satu warga bernama Basir Muhammadiyah. Basir mengatakan sudah melaporkan Thamrin ke polisi pada Maret 2015.
Basir mengatakan Thamrin pernah menjanjikan meloloskan sejumlah orang menjadi PNS. Waktu itu, pemerintahan masih dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Korban yang ditipu ada 10 orang. Tiga anak saya, dan tujuh keponakan-keponakan saya. Dari 10 orang yang ditipu, kerugian Rp500 juta," kata Basir di Bareskrim Polri.
Kepada korban, Thamrin mengatakan pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pengangkatan PNS yang akan ditempatkan di daerah-daerah.
"Dia sempat berikan SK pengangkatan PNS, tetapi ternyata itu palsu," katanya.
Salah satu korban, Ali Makati, mengatakan selain mengaku sebagai staf Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasii, Thamrin juga mengaku staf Kementerian Sekretariat Negara dan staf Badan Kepegawaian Negara.
"Dia sebetulnya sudah lama mengiming-imingi warga. Bahkan sejak tahun 2007, dia meminta kami merekrut orang-orang," tuturnya.
Tergiur dengan janji Thamrin, ketika itu Ali pun datang membawa beberapa orang yang juga ingin menjadi PNS ke sebuah hotel yang ditunjuk Thamrin.
"Namun setelah ada surat dari BKN bahwa yang nama-nama semacam ini tidak benar. Kami pun melapor ke kepolisian," katanya.
Dia menduga Thamrin tidak bekerja sendirian.
Tag
Berita Terkait
-
Bareskrim Bongkar Borok Dana Syariah Indonesia: Proyek Fiktif Jerat 15.000 Investor
-
Kasus Penipuan Kripto Youtuber Timothy Ronald, OJK Investigasi Kerugian
-
OJK Kembalikan Dana Korban Scam, Nilainya Tembus Rp161 Miliar
-
OJK Investigasi Kerugian Kasus Penipuan Kripto dari Youtuber Timothy Ronald
-
Kasus Dugaan Penipuan Masuk Akpol, Adly Fairuz Diperiksa Polisi dan Muncul Bukti Percakapan
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
-
Kasatgas Tito Karnavian Pastikan Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tapanuli Tengah
-
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari
-
Minibus Oleng hingga Hantam Tiga Motor dan Gerobak di Karawang, Satu Pengendara Tewas
-
Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
-
Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem, Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur