Suara.com - Seniman batik asal Jepang, Fusami Ito memperkenalkan batik renaissance. Batik ini memadukan desain tradisional Indonesia dengan kualitas tinggi standar internasional.
"Ini sebuah terobosan baru, renaissance sendiri artinya kelahiran kembali. Jadi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional Indonesia. Saya mendesain batik yang disesuaikan dengan selera pasar internasional, dalam hal ini Jepang," ujar Ito dalam prapameran batik rancangannya di Kediaman Duta Besar Jepang, Jakarta, Minggu (11/10/2015) malam.
Wanita yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Seniman Lintas Budaya (CCAA) itu mengatakan proyek batik renaissance dapat membantu meningkatkan taraf hidup pengrajin batik. Khususnya yang masih menggunakan teknik klasik seperti batik tulis dan batik cap.
Ito mengaku khawatir karena saat ini batik jenis printing atau cetak lebih merajai pasaran daripada jenis batik klasik yang sebenarnya memiliki nilai seni dan nilai jual lebih tinggi.
"Kebanyakan yang masuk ke Jepang itu batik `printing yang harganya murah. Saya ingin memperkenalkan ke masyarakat Jepang bahwa batik itu bermacam-macam jenisnya, saya mau mempromosikan batik bernilai seni tinggi yang pembuatannya lebih sulit dan harganya tidak murah sebab kita harus menghargai karya para pengrajin batik tulis yang mulai terpinggirkan," tuturnya.
Didominasi dengan motif bunga dan warna-warna lembut seperti merah muda, kuning, abu-abu, dan biru muda, Ito mengaku batiknya telah disesuaikan dengan selera orang-orang Jepang, diantaranya kain batik yang khusus untuk dijadikan kimono.
Ia pun menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam pembuatan batiknya.
"Desain batik saya dikerjakan oleh para pengrajin di tiga tempat yaitu di Solo, Madura, dan Pekalongan. Tapi khusus untuk proses pencelupan dilakukan di Solo karena saya harus melihat langsung dan mengontrol teknik serta kualitas bahan yang digunakan untuk mencelup batik," tutur wanita yang sempat mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu.
Karena menggunakan kain asli dari Jepang dan waktu pembuatan yang bisa memakan waktu hingga 1,5 tahun, harga yang dipasang untuk batik karya Ito pun tergolong mahal.
Untuk kain batik dua sisi sepanjang empat meter dijual dengan harga Rp10 juta hingga Rp25 juta. Sedangkan batik untuk kimono dengan lebar 30 centimeter dan panjang 12 meter, dijual dengan kisaran harga Rp20 juta-Rp60juta tergantung pada jenis bahan dan tingkat kesulitan dalam membuat.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Tanizai Yasuaki berharap proyek batik Renaissance yang diinisiasi Fusami Ito dapat menciptakan pasar bagi batik jenis baru tersebut.
Untuk melestarikan batik pastinya diperlukan sebuah pasar, orang-orang yang membeli. Dengan adanya desain dari Ibu Ito ini diharapkan kita bisa membantu meneruskan usaha para pengrajin batik tradisional Indonesia yang kian terhimpit," ujar Yasuaki.
Untuk menarik minat pasar, tak kurang dari 250 koleksi batik renaissance karya Fusami Ito akan dipamerkan untuk umum pada 14 Oktober mendatang di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek