Suara.com - Seorang mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jakarta Barat, dilaporkan menjadi tersangka aksi pencurian sepeda motor di parkiran kampusnya sendiri. Hal itu berawal dari ketika sepeda motor yang dia curi terlihat masih ada kuncinya.
"Seorang pelaku ini nekat mencuri, karena dirinya melihat bahwa kunci motor milik korban yang terparkir masih tergantung di kunci bawah joknya. Setelah itu pelaku tergiur, dan motor langsung dibawa kabur sama pelaku," kata Kapolsek Kembangan, Kompol Sukatma, di Mapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2015).
Lebih lanjut, Sukatma menjelaskan bahwa kejadian berawal saat Azizah Yuliarti (pemilik motor), datang ke kampus itu untuk mencari bahan skripsi di perpustakaan. Dia pun memarkirkan sepeda motor matic merek Honda Beat bernomor polisi B 6791 KVX tersebut di parkiran kampus.
"Setelah korban menaruh jaket dan sarung tangannya di bawah jok motornya, ternyata korban lupa untuk mencabut kunci motornya," ujarnya.
Nyatanya setelah korban keluar dari perpustakaan, dirinya terkejut mengetahui bahwa motor miliknya sudah tidak ada di tempatnya memarkirkan kendaraan itu. Pada saat itu juga, dirinya langsung menanyakan kepada petugas parkir di lokasi, lantaran kartu karcis parkiran miliknya masih dipegang, sementara sepeda motor sudah hilang.
"Hasil dari rekaman kamera CCTV, bahwa sepeda motor milik korban telah dibawa oleh salah satu mahasiswi kampus tersebut," kata Sukatma lagi.
Sukatma mengatakan, dari hasil pengakuan tersangka pelaku ADM, ternyata dirinya tidak hanya sendiri melakukan pencurian tersebut, melainkan bersama rekan lainnya. Sosok ini pun akhirnya telah diamankan polisi.
"Pelaku melakukan aksinya dengan temannya (lelaki berinisial AW). Lalu, petugas kita yang berpakaian preman telah berhasil mengamankan pelaku di rumahnya, tepatnya di daerah Kedaung Kali Angke," ujarnya.
Menurut pengakuan rekan pelaku ini pula, ternyata dia pun telah menjual motor tersebut ke salah satu penadah hasil curian.
"Sepeda motor Honda Beat itu dia jual ke MN, tapi menjualnya melalui NA sebagai perantaranya," papar Sukatma lagi.
Sang mahasiswi pun kini harus menghabiskan sisa semester kuliahnya di Mapolsek Kembangan, Jakarta Barat. Bersama rekannya AW, dia dikenakan pasal 363 KUHP, dengan hukuman penjara maksimal lima tahun penjara.
"Mereka sudah mengakui bahwa sudah mencuri motor Honda Beat tersebut tiga hari yang lalu," ujar Sukatma pula.
Sementara itu, MN dan NA sebagai penadah, saat ini telah dikenakan pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. [Nur Habibie]
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Disebut Sempat Hendak Disuap Yaqut Rp17 Miliar, Anggota Pansus Haji Terkejut: Saya Nggak Tahu
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
-
Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas
-
Belum Tahu soal Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Menko Yusril Langsung Koordinasi
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama