Suara.com - Pemerintah Belanda pada Rabu menyatakan bahwa rekor terbanyak pencari suaka terjadi pada September sebagaimana gelombang migran yang datang ke Eropa, terutama dari Suriah akibat perang yang masih terus berkecamuk di Timur Tengah.
"Mayoritas pencari suaka yang terdaftar mencatat rekor, yakni mencapai 8.400 pada akhir bulan lalu," demikian pernyataan yang dikeluarkan Kantor Pusat Statistik Belanda (CBS). Jumlah itu belum pernah terjadi sejak otoritas tersebut dibentuk pada 1975.
Sebagian besar --sekitar 5.200 orang-- pencari suaka yang terdaftar karena kelarikan diri dari Suriah yang diikuti Eritrea dan Irak.
Belanda dengan penduduk yang berjumlah 17 juta jiwa sebagai salah satu negara dengan penduduk terpadat di Eropa menerima 23.085 pencari suaka sejak April 2015 dan hampir terbanyak pada tahun lalu, tulis CBS.
Untuk mengatasi persoalan selama dua tahun ini, pemerintah Belanda berencana menerima 7.000 orang sebagaimana pembagian dengan negara-negara di Uni Eropa yang menjadi beban terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Politikus partai sayap kanan anti imigran Geert Wilders baru-baaru ini melihat terjadinya lonjakan para pencari suaka.
Deputi Menteri Kehakiman Belanda Klaas Dijkhoff pekan ini dalam sebuah suratnya kepada pencari suaka mengingatkan bahwa mereka akan diterima di Belanda.
Lebih dari 600 ribu penduduk pendatang dan pengungsi, terutama dari Suriah, Irak, dan Afghanistan, telah melakukan pelayaran berbahaya dan jauh menuju Eropa tahun ini.
Perjalanan mereka dengan menggunakan perahu yang tidak memadai dari Turki menuju Yunani telah mengakibatkan 3.000 orang tewas atau hilang.
Tujuan utama mereka adalah Jerman sebagai negara dengan sistem perekonomian yang maju dengan harapan pemerintah setempat bisa menerima satu juta pengungsi pada tahun ini. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Prabowo Targetkan Swasembada Energi Lebih Cepat: Jika Berhasil, Saya Kasih Tanda Kehormatan
-
Karhutla Membara, Saham Sawit Melonjak: Kebetulan atau Pertanda?
-
Ketika Limbah Ikan di Pasar Kramat Jati Jadi Jebakan di Jalan Hingga Berujung Maut
-
Rekening Donasi Aktivis Demo Pati Diblokir, Bos OJK Buka Suara: Harus Dibuka Kembali
-
Bobol 5 Toko HP, 3 Anak di Padang Pakai Uang Curian untuk Beli Motor
-
Pelalawan Naik Status, Jadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla
-
3 Moisturizer Gel Probiotik Buat Kulit Berjerawat: Bantu Rawat Skin Barrier
-
31 Gol dalam 55 Laga, Persija Jakarta Berat Hati Lepas Gustavo Almeida
-
Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris
-
5 Tips Memilih Sepatu Lari Carbon Plate Terbaik, Bukan Cuma Empuk dan Bouncy