Ruang kerja anggota DPR dari Fraksi Hanura Dewie Yasin Limpo di lantai 16, gedung Nusantara I, disegel petugas KPK, di Jakarta, Rabu (21/10). [suara.com/Bagus Santosa]
Mantan anggota DPR dari Partai Hati Nurani Rakyat, Dewie Yasin Limpo, yang kini ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan menerima suap, Selasa(27/10/2015), dipangggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Padahal, dalam jadwal pemeriksaan KPK, nama mantan anggota Komisi VII tersebut tidak ada.
Tapi menurut keterangan Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati, kedatangan Dewie ke KPK untuk pengambilan sampel suara dan foto.
"DYL hari ini tidak diperiksa, dia datang untuk pengambilan sampel suara dan foto," kata Yuyuk di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, Dewie dan empat orang lainnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus proyek pengembangan pembangkit tenaga listrik mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Papua. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di dua tempat, yakni Kelapa Gading dan Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam kasus yang sebenarnya dianggarkan dari anggaran tahun 2016 tersebut, adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo itu berperan sebagai penerima uang melalui sekretaris pribadinya, Rinelda Bandaso. Uang tersebut bertujuan agar Dewie mengusulkan proyek tersebut dalam pembahasan Rancangan APBN Kementerian ESDM Tahun 2016 di DPR.
Orang yang diduga menyuap Dewie adalah Kepala Dinas Pertambangan Papua Iranius dan pengusaha bernama Setiadi. Kelimanya saat ini sudah ditahan oleh KPK.
Tapi menurut keterangan Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati, kedatangan Dewie ke KPK untuk pengambilan sampel suara dan foto.
"DYL hari ini tidak diperiksa, dia datang untuk pengambilan sampel suara dan foto," kata Yuyuk di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Seperti diketahui, Dewie dan empat orang lainnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus proyek pengembangan pembangkit tenaga listrik mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Papua. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di dua tempat, yakni Kelapa Gading dan Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam kasus yang sebenarnya dianggarkan dari anggaran tahun 2016 tersebut, adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo itu berperan sebagai penerima uang melalui sekretaris pribadinya, Rinelda Bandaso. Uang tersebut bertujuan agar Dewie mengusulkan proyek tersebut dalam pembahasan Rancangan APBN Kementerian ESDM Tahun 2016 di DPR.
Orang yang diduga menyuap Dewie adalah Kepala Dinas Pertambangan Papua Iranius dan pengusaha bernama Setiadi. Kelimanya saat ini sudah ditahan oleh KPK.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen
-
Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
-
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
-
Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas
-
Gibran Dorong RUU Perampasan Aset, ICW: Jangan Sekadar Lip Service
-
Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong
-
Kisah Ramadan Pertama Para Mualaf: Antara Adaptasi, Haru, dan War Takjil
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!
-
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan BPJS PBI Nonaktif, Puluhan Laporan Masuk
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI