Suara.com - Pimpinan KPK nonaktif Bambang Widjojanto menyarankan agar KPK memberikan penghargaan kepada individu atau kelompok masyarakat yang berjasa mengungkap kasus korupsi.
"Perlu dikasih reward, sekarang reward kepada partisipasi publik rendah. Kalau reward pemberantasan korupsi ditingkatkan maka akan ada banyak orang terlibat, sehingga pemberantasan korupsi efektif," kata Bambang di Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Bambang yakin, bakal ada banyak orang akan berpartisi dalam pemberantasan korupsi jika jasanya dibalas.
"Saya yakin, para wartwan akan menjadi wartawan detektif, mahasiswa setelah tamat akan banyak menjadi investigator. Coba saja dari hasil pengembalian kerugian negara itu diberi 10 persen, maka itu akan terjadi," kata Bambang.
Bambang menilai, apa yang sudah disumbangkan oleh masyarakat saat ini sudah cukup besar. Pasalnya, begitu banyak kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK berasal dari laporan masyarakat, meskipun tanpa dibalas jasanya oleh KPK.
"Cukup banyak kasus OTT itu berasal dari laporan masyarakat, tetapi selama ini penghargaan itu belim ada untuk jasa mereka," tutupnya.
Berita Terkait
-
Bambang Widjojanto Khawatir Ada Panen Korups saat Pilkada
-
Pembekuan Kasus BW, Kapolri: untuk Kepentingan Siapa?
-
Kapolri Serahkan Sepenuhnya Penghentian Kasus BW ke Kejagung
-
Komisi III DPR: Jangan Paksa Jokowi soal Penghentian Kasus BW
-
Presiden Jokowi Pertimbangkan Usulan SP3 Kasus Bambang Widjojanto
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang