Suara.com - Dalam acara Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo dan Refleksi Hari Pahlawan Nasional, diketahui masih ada dua orang tokoh Muhammadiyah lagi yang belum mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional. Mereka adalah Kahar Mudzakir dan Kasman Singodimejo. Sebelumnya diketahui, Muhammadiyah mengusulkan tiga nama untuk dijadikan sebagai Pahlawan Nasional.
Sehubungan dengan itu, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid, mengatakan belum tahu secara persis apa kendalanya. Tetapi menurutnya, yang jelas harus ada proses untuk mendapatkan gelar pahlawan dari daerah asal kedua orang tersebut.
"Harus ada proses dari daerah di mana beliau dilahirkan. Daerah itu yang mengajukan," kata Hidayat, di gedung dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).
Lebih dari itu, Hidayat mengatakan bahwa nantinya dari Kementerian Sosial, akan membantu meyakinkan para bupati untuk segera memberikan rekomendasi dan untuk mengajukannya.
"Sesungguhnya tidak masuk akal. Masa generasi berikutnya (setelah kedua tokoh Muhammadiyah itu) sudah dikasihkan gelar pahlawan, sedangkan beliau-beliau yang terlibat langsung membuat negara, apa itu dasar negaranya (Pancasila) dan Undang-Undang Dasarnya, justru belum dapat gelar pahlawan," ujarnya.
Acara ini sendiri tampak dihairi sejumlah tokoh. Di antaranya yaitu Ketua MPR Zulkifli Hasan, juga sejarawan Anhar Gonggong. [Nur Habibie]
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami
-
Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden
-
Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?
-
Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka
-
Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
-
Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua
-
API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan
-
Tak Semua Dikabulkan, Ini 3 Poin Gugatan Praperadilan Roy Suryo yang Ditolak Hakim
-
Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan