Suara.com - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi berinisiatif akan melakukan pembicaraan dengan presiden dan para petinggi militer guna melakukan rekonsiliasi, menyusul keunggulan partainya dalam pemilu.
Seperti dikutip dari AAP, Suu Kyi mengambil inisiatif itu setelah Partai Liga Nasional Demokrai (NLD) yang ia pimpin meraih 90 persen kursi parlemen yang sudah diumumkan saat ini. Selain itu, partai NLD juga sudah merebut 85 persen kursi di dewan perwakilan regional.
"Rakyat telah mengekspresikan keinginan mereka dalam pemilu," kata Suu Kyi dalam sebuah surat yang disampaikan kepada Presiden Myanmar, Thein Sein, Panglima militer Min Aung Hlaing, serta juru bicara parlemen Shwe Mann.
"Saya ingin mengundang Anda untuk membicarakan rekonsiliasi nasional pekan depan jika anda berkenan," sambung Suu Kyi.
Selama bertahun-tahun, kekuasaan di Myanmar didominasi oleh militer. Kini, dengan kemenangan NLD, kekuasaan tersebut diprediksi akan segera bergeser.
Kendati demikian, para simpatisan NLD masih sangsi apakah militer akan menyerahkan begitu saja kekuasaan kepada partai yang menang pemilu. Jika melihat ke belakang, NLD memenangkan pemilu perdananya pada tahun 1990. Namun, militer membatalkan kemenangan tersebut dan menjadikan Suu Kyi tahanan rumah.
Menang pemilu, jalan Suu Kyi ke kursi presiden tak lantas terbuka lebar. Seperti dikutip dari Reuters, ada konstitusi yang menyebut, Myanmar tidak boleh dipimpin oleh presiden yang menikah dengan orang asing dan memiliki anak berkewarganegaraan asing.
Kendati demikian, Suu Kyi mengisyaratkan akan memainkan peran sebagai orang "di atas presiden". Artinya, dia akan menggunakan orang lain guna mengakali aturan yang melarangnya duduk di kursi kepresidenan.
Tag
Berita Terkait
-
Militer Myanmar Klaim Rebut Kembali Kota Perbatasan Strategis Dekat Thailand
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
Bertambah, Total Hukuman Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Kini Jadi 33 Tahun Penjara
-
ASEAN Serukan Penghentian Pertempuran di Myanmar
-
Rangkaian Vonis Penjara Pengadilan Militer Myanmar
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung