Suara.com - Sejumlah fraksi merombak susunan anggotanya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ada lima orang dari empat fraksi yang dirombak dua hari lalu. Kini, Fraksi Golkar ikut-ikutan merombak anggotanya. Tiga anggota Fraksi Golkar dirombak semua.
Perombakan ini berlangsung saat MKD tengah menangani kasus Setya Novanto. Setya dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said karena melakukan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia.
"Iya ada diganti semua, Pak Hadi Susilo digantikan Kahar Muzakir, Budi Supriyanto digantikan Adies Kadir, dan Dadang S Muchtar digantikan Ridwan Bae," kata Ketua MKD Surahman Hidayat di DPR, Kamis (26/11/2015).
Surat ini dikirim ke MKD per tanggal 26 November dan ditandatangani oleh Ketua Fraksi Golkar Ade Komarudin dan Sekretaris Fraksi Golkar Bambang Soesatyo.
Hadi Susilo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua MKD. Surahman menerangkan, secara otomatis jabatannya pun diturunkan kepada penggantinya.
"Ya sesuai dengan pergantiannya," kata dia.
Dia tidak curiga sama sekali dengan pergantian ini. Sebab, dalam alasan surat ini disebutkan pergantian anggota MKD memang diserahkan kepada fraksinya. Menurutnya, masuknya tiga orang ini malah akan membuat dinamika MKD lebih baik.
"Ini Semua putra terbaik. Nggak ada apa-apa. Semua yang baru adalah baik. Doakan saya memimpin MKD secara bijak dan baik," ujar Politisi PKS ini.
Terpisah, Ridwan Bae yang dikonfirmasi lewat telepon terkait hal ini mengatakan, tidak ada kekhususan dari pergantian ini. Dia mengatakan, ini hanyalah sebuah tugas baru yang diberikan partai kepadanya.
"Ini penyegaran. Dan kita dapat tugas dari partai karenanya kami jalankan. Pergantian ini kehendak partai dengan pertimbangan tertentu," ujar dia.
Dia membantah masuknya tiga orang ini untuk mengawal kasus Setya apalagi ada misi khusus dari Fraksi ataupun Partai.
Menurutnya, orang yang masuk ke MKD adalah orang yang mengerti penyelesaian kasus seperti ini. Dia pun dianggap mampu untuk menjalankan tugas itu.
"Ini persoalannya diperlukan pemahaman yang dalam (di MKD). Ya harus berangkat pada rasionalitas dalam artian kasus-kasus yang masuk itu adalah selektif, bermanfaat bagi negara, kemudian bisa memberi manfaat bagi anggota itu sendiri dan tidak terpolitisasi, jauh dari hal-hal yang terpolitisasi meski kita di ruang politik, tapi mahkamah ini harus berwibawa," ujar anggota Komisi IV ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program
-
Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN
-
Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah
-
Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar
-
Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini
-
Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja
-
Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa