Suara.com - Matinya jutaan ikan di laut Ancol, langsung berpengaruh pada penghasilan nelayan yang langsung merosot.
Iwan (35) nelayan asal Purwokerto mengaku, yang biasanya menangkap ika dalam satu hari 50 kilogram dan menjual ke pasar seharga Rp500 ribu, sudah empat hari di hanya mendapatkan dua sampai lima kilogram ikan.
"Ikan-ikan pada mati, jadi dapat ikannya juga sedikit. Ini aja cuma 2 kilo ikan. Tidak seperti biasanya," ujar Iwan saat ditemui Suara.com di dermaga Ancol, Jakarta Utara (2/12/2015).
Tak hanya itu, Andi (40), nelayan yang tinggal di Kalibaru juga mengatakan hal yang sama. Dirinya juga menyesalkan ikan-ikan yang mati. Sehingga dirinya kesulitan mendapatkan ikan.
Dia pun mengaku, yang biasanya mendapat 40 kilogram dan kemudian dijualkan ke pasar mendapat Rp400 ribu.
"Hari ini saya belum dapat ikan. Gimana mau dapat ikan, ikannya aja pada mati. Biasanya saya dan teman-teman dapat 40 kilogram, tapi hari ini belum ada," cerita Andi dengan raut wajah yang murung.
Andi pun kebingungan karena tidak mendapatkan tangkapan ikan. Sementara untuk beli rokok saja tidak bisa, apalagi untuk biaya hidup istri dan anaknya dirumah.
"Saya pusing mba, bingung mau kasih makan apa ke anak dan istri saya. Dari pagi saya belum dapat ikan, gimana saya jual ikan ke pasar, kalau hari ini saja belum ada ikan," keluhnya.
Sementara, Yadi (42), Nelayan asal Brebes mengatakan, semenjak jutaan ikan yang mati di Ancol pada Sabtu (2/12/2015), rekan-rekannya pesimis mendapatkan ikan. Oleh karena itu, tidak banyak yang mencari ikan di laut Ancol atau Pantai Ancol.
"Biasanya ada puluhan perahu dan puluhan nelayan yang nyari ikan disini, semenjak ikan-ikan pada mati, cuma sedikit yang kesini," tuturnya.
Dia menambahkan, efek dari bau amis bangkai ikan, juga menjadi alasan para nelayan, enggan mencari ikan di Ancol.
"Karena banyak yang mati, bau amis menyengat sekali. Jadi tidak pada cari ikan disini," kata Yadi
Menurut pengamatan Suara.com, hanya tiga perahu yang beroperasi di dermaga perbatasan laut ancol dan Pantai Ancol. Tiga perahu tersebut masing-masing perahu berisi lima nelayan. Sementara bau amis masih menyengat di laut Ancol, efek dari bangkai ikan yang mati. Air lautnya pun berubah menjadi warna hijau keruh tidak biru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini