Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyatakan fenomena hujan es berpeluang terjadi di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki awal musim hujan.
"Hujan es disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada awal musim hujan ini," kata Analis Data dan Informasi Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Sutamsi di Yogyakarta, Selasa (8/12/2015).
Ia mengatakan sesuai pemantauan dari monitor pemantau cuaca di Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca BMKG Yogyakarta pada Selasa (8/12/2015) sore, pembentukan awan tebal jenis cumulonimbus terdapat di wilayah Sleman, dan Bantul bagian timur, serta Kulon Progo bagian timur.
Menurut Sutamsi, salah satu bagian dari susunan awan tebal yang terbentuk tersebut di antaranya dapat berupa awan konvektif. Sementara awan konvektif yang cukup tebal dengan suhu dingin mencapai minus 60 derajat, kata dia, dapat memicu terjadinya hujan es.
"Meski hujan es sulit diprediksikan, biasanya lebih banyak terjadi di perbukitan atau dataran tinggi," kata dia.
Menurut Sutamsi masyarakat tidak perlu khawatir dengan fenomena hujan es sebab tidak membahayakan dan hanya berlangsung selama kurang lebih lima menit. "Hujan es fenomena biasa sehingga tidak perlu khawatir," kata dia.
Meski demikian, lanjut dia, yang perlu diwaspadai adalah proses pembentukan awan konvektif yang biasanya diikuti hujan ekstrem disertai dengan angin kencang dan petir. "Justru angin kencangnya yang perlu diwaspadai," kata dia.
Ia mengatakan saat ini hampir sebagian wilayah di DIY telah memasuki musim hujan seperti di Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta sebab telah memiliki curah hujan dengan rata-rata mencapai 50 mili meter per dasarian. "Kecuali Gunung Kidul, hampir sebagian wilayah di DIY telah memasuki musim hujan," kata Sutamsi.
Sebelumnya, pada 28 November 2015 angin kencang dengan hujan lebat disertai gumpalan es terjadi di wilayah Kasihan Bantul yang mengakibatkan banyak pohon tumbang serta puluhan rumah tertimpa pohon. Wilayah yang paling terdampak angin kencang tersebut yakni Dusun Ngebel dan Dusun Kembang Tamantirto, Kecamatan Kasihan Bantul. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Arti Hujan Es Menurut Islam, Femonena Alam yang Baru-baru ini Terjadi di Jombang
-
Tornado Porak-porandakan Rancaekek, Kini Sidoarjo Disiram Hujan Es
-
Penyebab Hujan Es, Waspada Makin Sering Terjadi di Indonesia
-
Sabtu Sore, Hujan Es Guyur Kawasan Tebet
-
7 Indikasi Terjadinya Fenomena Hujan Es Menurut BMKG
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan