Novel Baswedan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kamis (10/12/2015).
Novel yang tiba sekitar pukul 09.30 WIB itu menyatakan bahwa kedatangannya itu untuk pelimpahan berkas kasusnya dari penyidik Bareskrim Polri ke pihak Kejaksaan.
"Untuk tahap 2, pelimpahan kepada jaksa penuntut," kata Novel kepada wartawan.
Menurutnya kedatangannya kali ini adalah penjadwalan ulang. Pasalnya dia mengaku tidak hadir dalam pemanggilan yang dijadwalkan penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (8/12/2015) kemarin.
"Ya sama, kemarin juga diminta datang untuk pelimpahan tahap dua. Hari ini juga sama. Cuma kemaren gak jadi," katanya.
Novel yang mengenakan kemeja berwarna putih motif garis-garis itu mengaku bakal terus kooperatif terkait proses hukum yang telah ditangani penyidik Bareskrim Polri.
"Saya juga penyidik, jadi ketika saya dipanggil juga tentunya harus kooperatif dan saya mengikuti aturan hukum yang ada," kata Novel.
Kamis 3 Desember kemarin, Novel Baswedan memenuhi panggilan Bareskrim Polri. Dia rencananya akan dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan lantaran berkas perkaranya sudah lengkap alias P21.
Bareskrim pun membawa Novel ke Kejaksaan Agung. Kemudian, Adik sepupu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan itu diterbangkan ke Bengkulu dan dibawa ke Polda setempat.
Dia mengaku sempat akan ditahan di Polda Bengkulu dan baru dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu pada Jumat 4 Desember. Namun, baik penahanan serta pelimpahan dibatalkan dan Novel pun diterbangkan kembali ke Jakarta pada Jumat pagi.
Novel disangka melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seseorang di Pantai Panjang Ujung, Kota Bengkulu. Kasus itu dilaporkan pada 18 Februari 2004 oleh Brigadir (Pol) Yogi Haryanto.
Dia dituduh bertanggung jawab atas penembakan terhadap enam pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada tahun 2004. Penembakan yang dilakukan oleh anak buah Novel itu diduga mengakibatkan kematian seorang pelaku bernama Mulia Johani, alias Aan. Akhirnya, Novel menjalani pemeriksaan kode etik di Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu.
Sanksi teguran dijatuhkan sebagai pelanggaran kode etik atas perbuatan anak buahnya. Namun, setelah insiden itu, Novel masih dipercaya sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu hingga Oktober 2005.
Kasus ini mencuat ketika dia, selaku penyidik KPK yang mendalami Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus simulator SIM. Kepolisian bahkan sempat berupaya menangkapnya pada tahun 2012 saat berada di gedung KPK namun batal.
Sempat mereda, kasus itu kembali mencuat ketika KPK berseteru dengan kepolisian di tahun 2015. Novel sempat ditangkap pada Jumat 1 Mei dini hari di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, karena dinilai tidak memenuhi panggilan pertama dan kedua polisi.
Menghadapi perkara ini, Novel pernah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, permohonannya ditolak hakim karena penangkapan dan penahanan atas dirinya dianggap sah.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link
-
Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI