Suara.com - Mungkin tak banyak orang Indonesia yang mengamati cara berjalan seorang presiden, apalagi cara berjalan Vladimir Putin, presiden Rusia, negara yang ada nun jauh di sana. Namun, ternyata di Eropa, cara berjalan Presiden Putin sudah lama jadi bahan pembicaraan.
Saat berjalan, Presiden Putin dikenal lebih sering mengayunkan lengan kirinya. Sementara itu, lengan kanannya tak terlalu banyak bergerak, hanya bergantung di sisi tubuhnya.
Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab kebiasaan berjalan Putin yang tak biasa itu. Ada yang bilang, itu terjadi karena virus polio yang pernah menjangkitinya saat kecil, ada pula yang mengatakan itu gejala awal penyakit Parkinson.
Namun, kini sebuah tim berisi pakar neurologi asal Belanda mengklaim bahwa mereka menemukan jawaban sebenarnya dari kebiasaan berjalan unik sang presiden.
Tim neurolog itu mengatakan, cara berjalan Putin yang unik disebabkan oleh latihan yang ia terima saat masih bertugas di Komitet gosudarstvennoy bezopasnosti (KGB), dinas rahasia Uni Soviet yang sudah bubar tahun 1991.
Para pakar neurologi ini menganalisis video-video di Youtube yang menampilkan cara berjalan Presiden Putin. Mereka juga meneliti pedoman latihan KGB dan merumuskan kesimpulan tersebut.
Berdasarkan pedoman tersebut, para agen KGB diminta untuk menyembunyikan senjata mereka dengan tangan kanan, dekat dengan dada. Mereka bisa bergerak atau mengayunkan tangan kiri mereka dengan bebas, namun bukan dengan tangan kanan. Hal ini memudahkan mereka untuk segera menghunus senjata secepat mungkin bila harus berhadapan dengan musuh.
"Saat berjalan, penting untuk menjaga senjatamu di depan dada atau di tangan kanan. Berjalan bisa dilakukan dengan satu tangan saja, biasanya tangan kiri," bunyi petikan dalam pedoman KGB tersebut.
Para pakar neurologi melihat pola berjalan yang serupa pada Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dan tiga pejabat tinggi Rusia lainnya. Mereka semua, kata para pakar, jarang mengayunkan tangan kanannya saat berjalan.
Temuan mereka ini dipublikasikan dalam British Medical Journal pekan ini.
"Kami menduga bahwa pola ini, yang kami namakan "gunslinger's gait", kemungkinan hasil adaptasi tingkah laku, kebiasaan dari latihan senjata atau latihan lainnya di KGB. Para agen diajari menjaga tangan kanan mereka dekat dengan dada saat berjalan, sehingga bisa menarik senjata dengan cepat saat bertemu musuh," bunyi laporan dalam jurnal tersebut. (News.com.au)
Berita Terkait
-
Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku