Suara.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan mencabut lisensi pilot yang terbukti memakai narkoba, sehingga yang bersangkutan tidak bisa lagi menerbangkan pesawat.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo di Jakarta, Selasa mengatakan, jika sudah dicabut, maka pilot tersebut tidak diizinkan kembali menerbangkan pesawat.
"Tentu yang bersangkutan juga akan dipecat oleh perusahaan," katanya.
Dia mengatakan pihaknya juga sudah memberi peringatan kepada maskapai untuk memperketat pengawasan terhadap krunya.
BACA JUGA:
Ahmad Dhani Curhat ke Deddy: Mulan Lebih Cantik dari Maia
Suprasetyo mengatakan pihaknya juga sudah memberlakukan tes urine bagi pilot di beberapa bandara internasional, seperti Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kualanamu Medan, Adisutjipto Yogyakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Denpasar, Hasanuddin Makassar, Sam Ratulangi dan Sentani Jayapura.
"Itu semua sudah kita periksa, kalau ada yang diindikasikan kita cek lagi sampai kita cek rambutnya. Kita akan cabut kalau terbukti masih banyak pilot lain," katanya.
Pernyataan tersebut menyusul penangkapan kru sebuah maskapai penerbangan yang diduga terlibat kasus narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Tiga orang yang langsung ditetapkan tersangka tersebut adalah SH (pilot, 34), MT (pramugara, 23) dan SR (pramugari, 20).
Menurut Kepala Bagian Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, berdasarkan hasil tes urine, SH positif menggunakan ganja, MT positif memakai amphetamine dan sabu. Sementara SR juga positif mengonsumsi amphetamine dan sabu. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Singgung Miss Filipina, Miss Jerman Akhirnya Minta Maaf
Joki "3 In 1" Bohong Ngaku Diperkosa WNA, Ternyata Nyambi
Ahok Tawarkan Gaji Sopir Metromini Rp6,2 Juta Sebulan
Berita Terkait
-
Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, Modus Kemasan Minuman Hingga Sabun Thailand Terbongkar
-
Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
-
Terima Setoran Bandar Narkoba, Dua Polisi Polres Toraja Utara Dipecat
-
Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi saat Ramadan, 7 Pemuda Ditangkap
-
Bareskrim Kejar 2 Anak Buah Ko Erwin yang Masuk DPO, Diburu hingga ke Kalimantan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen