Suara.com - Jasa Raharja Sulawesi Tenggara menyerahkan santunan korban meninggal bencana tenggelamnya kapal cepat KM Marina Baru 2B di perairan Teluk Bone, Sabtu (19/12/2015).
"Pada hari Rabu (23/12/2015), kami menyalurkan santunan kepada ahli waris dua korban kecelakaan KM Marina yang telah ditemukan dan diperoleh identitas alamat dan keluarganya," kata kepala Jasa Raharja Sultra Nano Tjahjono di Kendari, Kamis (24/12/2015).
Dua korban meninggal dunia yang telah dibayarkan santunannya tersebut adalah Hj. Siti Badariah (66) warga Desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe dengan ahli waris suaminya, Bahrin Rais.
Korban berikutnya adalah Muhammad Firdaus Muin (9) warga Desa Mokupa, Kecamatan Lambadia, Kabupaten Kolaka Timur dengan ahli waris ibu kandungnya, Suriani (46).
"Masing-masing ahli waris mendapatkan Rp35 juta, terdiri atas Rp25 juta dari PT Jasa Raharja dan Rp10 juta dari Jasa Raharja Putra," katanya.
Nano Tjahjono mengatakan bahwa santunan tersebut merupakan bentuk dasar perlindungan dari pemerintah untuk membantu meringankan beban keluarga korban yang ditinggalkan.
Santunan itu, kata dia, bukan merupakan harga dari kematian, tetapi merupakan bentuk perlindungan dasar dari pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU No. 34/1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Menyinggung korban lainnya, Nano menjelaskan bahwa pihaknya menunggu perkembangan selanjutnya.
Begitu sudah ada data terkait dengan alamat para korban yang ditemukan, dia menegaskan bahwa pihaknya secepatnya menyalurkan santunan kepada pada korban atau ahli warisnya.
"Jadi, korban yang sekarang ini mendapat santunan adalah mereka yang sudah kami ketahui alamat dan ahli warisnya," katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Marina tenggelam pada Sabtu (19/12/2015). Menurut Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda FHB Soelistio, tenggelamnya KM Marina Baru di Teluk Bone adalah kecelakaan pelayaran terbesar kedua selama 2015. Diduga penyebab kecelakaan adalah faktor alam berupa gelombang laut yang tinggi akibat cuaca buruk.
Hingga Rabu malam (23/12/2015), Tim SAR telah kembali menemukan 13 jenazah korban tenggelamnya KM Marina. Dengan temuan 13 jenazah itu, secara keseluruhan sudah terkumpul 95 korban. Rinciannya, 55 korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan 40 orang selamat. KM Marina mengangkut penumpang termasuk anak buah kapal (ABK) sebanyak 119 orang dan di antaranya 91 orang dewasa dan 19 anak-anak dan balita serta 10 ABK.
(Antara)
Berita Terkait
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
5 Fakta Wacana Indonesia Pajaki Kapal yang Melintas di Selat Malaka, Negara Tetangga Gusar
-
DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka
-
Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok