Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (23/12/2015), mengumumkan telah menunjuk seorang kepala penjaga perdamaian baru di Mali, di tengah kritik pada proses perdamaian di negara itu.
Menteri Luar Negeri Chad Mahamat Saleh Annadif akan menggantikan Tunisia Mongi Hamdi, yang menjabat posisi itu hanya satu tahun.
Annadif menjabat sebagai menteri luar negeri pada periode 1997-2003, menurut pernyataan PBB, dan disebutkan telah mengambil bagian dalam beberapa proses perdamaian di Afrika, termasuk di Niger, Republik Afrika Tengah dan Sudan.
Diplomat berusia 59 tahun itu juga memimpin misi Uni Afrika di Somalia Penunjukan Annadif ini pertama kali diumumkan oleh sumber-sumber diplomatik di Bamako.
Dia akan meamulai peran barunya pada tanggal 15 Januari.
Di bawah kepemimpinan Hamdi, Mali menyepakati kesepakatan damai bersejarah antara pemerintah dan pemberontakan yang dipimpin oleh Tuareg yang telah meluncurkan beberapa pemberontakan sejak 1960-an.
Tapi aksi kekerasan telah meningkat di lapangan dan pengelolaan transisi ke perdamaian telah dikritik oleh masyarakat internasional.
Dengan lebih dari 1.100 tentara dan polisi, kontingen Chad adalah yang penyumbang terbesar ketiga pasukan penjaga perdamaian MINUSMA yang berkekuatan 10.300 orang, setelah Burkina Faso dan Bangladesh.
Sejak dikerahkan pada Juli 2013, misi PBB telah menyaksikan paling banyak korban sejak di Somalia pada periode 1993-1995.
(Antara)
Berita Terkait
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
RI Gabung Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, DPR Beri 4 Catatan: Dari Geopolitik Hingga Dana Rp16 T
-
Trump Ajak Negara di Dunia Gabung Dewan Saingan PBB, Diduga Jadi 'Alat Politik Baru' AS
-
Indonesia di Kursi Puncak Dewan HAM PBB, Rekam Jejak Diperdebatkan?
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin