Suara.com - Sebagian sopir dan kernet Metromini sebenarnya tertarik gabung ke manajemen PT Transpotasi Jakarta (Transjakarta) yang akan menerapkan tarif rupiah per kilometer. Hanya saja, mereka menuntut gaji sekitar Rp8 juta.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendengar permintaan itu. Namun dia menilai permintaan itu tidak etis.
Sebab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menawarkan gaji cukup besar, yaitu sebesar dua kali UMP. Atau sebesar Rp6,2 juta bagi mereka yang mau gabung ke Transjakarta dan mengemudikan bus Feeder (pengumpan Transjakarta).
"Kamu jadi sopir bus yang tarik penumpang dapet nggak gaji segitu? Itu namanya ngelunjak gitu loh," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/1/2016).
Ahok kesal. Makanya dia meminta lebih baik mereka tidak perlu gabung.
"Saya sudah katakan kami berikan yang terbaik. Ada asuransi segala macam sudah terbaik. Kamu bawa Metromini dapat nggak gaji segitu? Nah kalau kamu nggak mau nggak usah kerjasama kita," tegas Ahok.
"Kita bersaing aja santai saja. Tergantung orang Jakarta kok. Mereka mau naik bus yang mana? Mau bayar Rp3.500 sama kita atau naik bus yang butut? Silakan kamu boleh pilih," jelas Ahok.
BACA JUGA:
Ini Kata PKS Tentang Kadernya Gandeng Artis Inneke Koesherawati
Saat Pacaran Dengan Syamsir Alam, Tyas Mirasih Tutupi Profesinya
Jokowi Lepas Kodok, Ini Komentar Lucu Kaesang
Pecat Benitez, Real Tunjuk Zidane Sebagai Pelatih
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM