Suara.com - Telur penyu masih ditemukan bebas dijual di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Telur itu didapatan dari warga.
Darmansyah, bukan nama sebenarnya, memperdagangkan telur itu terbuka ke masyarakat Pariaman. Telur didapatkan dari warga yang tinggal di Desa Nareh Kecamatan Pariaman Timur dan dari daerah Sungai Sirah Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman.
Darmansyah baru beberapa kali menjual telur tersebut karena tidak selalu memperoleh dari masyarakat yang menjual kepadanya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, kurang lebih ada sekitar 30 butir telur penyu yang dijual langsung kepada masyarakat dengan cara berkeliling sepanjang Pantai Gandoriah.
Terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu setempat, Citrha Aditur Bahri, mengatakan selama 2015 sudah beberapa kali menerima adanya laporan oknum pedagang yang menjual telur hewan yang dilindungi tersebut.
"Kami sebelumnya juga sudah menyelidiki adanya oknum pedagang yang menjual telur penyu di sekitar Pantai Pariaman, perkara ini juga berkaitan erat dengan penurunan produksi telur penyu di 2015," kata dia, Senin (11/1/2016).
Pihak UPT sendiri mencurigai adanya oknum penjaga Pulau Kasiak yang dengan sengaja menjual kepada masyarakat setempat demi kepentingan pribadi.
"Berdasarkan keterangan salah seorang masyarakat di Desa Nareh, ia mengaku mendapat arahan langsung dari penjaga Pulau Kasiak yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Perhubungan Dirjen Navigasi Perhubungan Laut untuk membantu memasarkan telur penyu ke masyarakat dengan sistem bagi hasil," jelasnya.
"Produksi telur penyu di Pulau Kasiak juga sedang kita selidiki karena penurunannya sangat drastis jika dibandingkan 2014," katanya.
Selama 2015, hanya dua kali pemerintah setempat memperoleh dan menerima telur penyu dari Pulau Kasiak, sehingga menimbulkan kecurigaan. Biasanya selain langsung turun ke lapangan untuk mengambil telur penyu dari pulau tersebut, para penjaga pulau juga mengantarkan langsung ke UPT Penangkaran Penyu.
Menurutnya dalam kurun satu bulan, minimal satu ekor penyu akan bertelur di sekitar pulau yang dijadikan zona perlindungan habitat hewan langka tersebut. Jika dibandingkan periode 2014 produksi telur penyu mengalami penurunan dimana pada 2014 UPT setempat berhasil mengingkubasi sebanyak 22.748 butir telur.
"Periode 2015, kami hanya menginkubasi kurang lebih 20.495 mengalami penurunan salah satunya juga disebabkan adanya oknum yang menjual tadi," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan