Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) menjatuhkan hukuman enam tahun pidana penjara kepada mantan Menteri Agama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Suryadharma Ali. Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut dibebani denda sebesar Rp300 juta rupiah subsider tiga bulan penjara.
"Mengadili Saudara Terdakwa Suryadharma Ali, terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama seperti dalam dakwaan kedua," kata Hakim Ketua, Aswijon saat membacakan putusan terhadap SDA di Gedung Pengadilan Tipikor Jalan Bungur Raya Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin(11/1/2016) malam.
Tidak hanya itu, SDA juga diwajibkan oleh Hakim Tipikor untuk memabayar uang pengganti kerugian negara akibat tindakan penyalahgunaan wewenang yang telah dilakukannya selama melakukan penyelenggaraan haji tahun 2010 hingga tahun 2013.
"Saudara terdakwa juga dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp1,8 miliar. Dan apabila tidak bisa dibayar dalam waktu dua bulan, maka hartanya akan disita. Dan apabila tidak menutupi nilai tersebut, maka akan diganti pidana penjara selama dua tahun," lanjut Aswijon.
Adapun hak politik yang dalam tuntutan jaksa penuntut umum pada KPK untuk segera dicabut oelh hakim, tidak dipenuhi oleh Majelis Hakim. Pasalnya, selain menjadi Menteri SDA juga pernah menjadi Ketua Umum Partai. Selian itu, juga dikarenakan pada masa kepemimpinannya penyelenggaraan ibadah haji sudah semakin baik.
Mendengar putusan tersebut, SDA pun belum bisa menentukan upaya hukum selanjutnya. Dirinya, bersama dengan penasihat hukumnya masih memikirkan untuk memastikan langkah selanjutnya. Hal senada juga disampaikan oleh Jaksa penuntut umum pada KPK.
"Mejelis Hakim yang mulia, berikan saya kesempatan untuk berpikir bersama penasihat hukum, maka langkah hukum apa yang kami lakukan ke depan," kata SDA.
Sebelumnya, SDA dituntut dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp 750 juta subsider enam bulan kurungan oleh JPU pada KPK. Dia juga dibebani dengan harus membayar uang ganti rugi kepada negara sebesar Rp 2,325 miliar. Selain itu, JPU menginginkan agar hak politik SDA dicabut selama 5 tahun setelah vonis dijatuhkan.
SDA dinilai terbukti melakukan korupsi dengan memanfaatkan sisa kuota haji nasional untuk memberangkatkan kerabat dan orang-orang yang direkomendasikan komisi VIII DPR pada periode 2010 hingga 2013. Dia juga dinilai terbukti menyalah gunakan wewenang sebagai menteri agama dengan menunjuk langsung majmuah konsorsium pemondokan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang diusulkan komisi VIII DPR.
Lebih jauh, SDA dinilai terbukti menyalah gunakan dana operasional menteri (DOM) untuk keperluan pribadi. SDA dinilai terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
Terkini
-
Promo BRI di Hachi Garden, Bisa Mau Traktir Keluarga Tanpa Bikin Boncos
-
Ambil Wudhu Berujung Duka, Remaja 18 Tahun Tenggelam di Sungai Citarum
-
Mun Ka Young dan Cha Eun Woo Berpeluang Reuni di Drama Seorabeol Knife
-
7 Eyeliner Waterproof Liquid yang Smudgeproof, Makeup Tetap Rapi Seharian
-
Tugu Monas Dibersihkan, Akses Wisata Ditutup Sementara
-
Tahan Banting dan Tetap Laris: Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Awet dan Susah Turun
-
Jangan Asal Taruh! Ini Jarak Ideal Kulkas dari Dinding agar Kompresor Tidak Cepat Rusak
-
Krisis Otomotif Paksa Volkswagen Sulap Pabrik Mobil Jadi Fasilitas Militer
-
Jangan Asal Viral! Peringatan Keras Komdigi untuk Para Kreator Konten di Era AI
-
Kortastipidkor Temukan Sejumlah Masalah Kopdes Merah Putih, Transparansi Pengadaan Dinilai Minim