Suara.com - Polri memastikan setiap tindakan atau aksi terorisme para pelaku teror jarang menggunakan kendaraan pribadi. Pernyataan itu terkait dugaan dua pelaku teror bom Sarinah melarikan diri.
"Di CCTV tidak terekam, kebiasannya teroris masuk tempat nggak dengan kendaran sendiri. Pasti dia menggunakan kendaran umum seperti taksi. Karena dia nggak mau ketahuan jejaknya," ujarnya di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016).
Anton tak membantah kemungkinan ada teroris melarikan diri. "Kecuali dia mau bunuh diri, seperti salah satunya di Hotel JW Mariott (5 Agustus 2003) lalu," katanya.
Sampai saat ini pihak kepolisan dari Polda Metro Jaya maupun dari Mabes Polri masih mengamati setiap kamera CCTV yang ada untuk memastikan apakah ada pelaku teror yang kabur. Walaupun nantinya benar ada pelaku teror yang melarikan diri maka Polisi dikatakann Anton pasti segera memburu mereka.
"Karena pelaku berkermun bersama dengan masyarakat. Sehingga kita tidak bisa mengetahui apakah itu pelaku atau masyarakat," kata Anton.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun
-
2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz
-
Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi
-
Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita
-
Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?
-
Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR
-
Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
-
Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz