Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di beberapa wilayah Indonesia akan semakin menguat selama sepekan ke depan. Terutama di akhir Januari hingga awal Februari 2016.
"Distribusi awan dan potensi hujan pada umumnya ada di Jawa Timur yang harus diwaspadai pada tanggal 25-27 Januari. Selain pulau Jawa, daerah yang perlu diantisipasi adalah Sumatera bagian utara, Aceh, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian tengah," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik Mulyono Rahadi Prabowo pada konferensi pers di Gedung BMKG Jakarta, Jumat (22/1/2016) malam.
Prabowo mengatakan saat ini sekitar 90 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan. Ini akan mencapai puncaknya pada sepuluh hari ketiga Januari dan sepuluh hari pertama Februari 2016.
Intensitas hujan yang semakin tinggi ini ditandakan dengan aktifnya monsoon dingin asia yang disertai dengan seruakan dingin; fase Madden Julian Oscillation (MJO) yang menunjukkan fase basah di wilayah maritim kontinen (Indonesia), Indian Ocean Dipole yang bernilai negatif, serta potensi daerah Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ) yang akan semakin menguat.
Monsoon Asia yang memicu pertumbuhan awan hujan akan mengakibatkan potensi hujan lebat tak hanya di sekitar Sumatera dan Bagian Barat Kalimantan, tetapi berpotensi di Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, NTB, Sulawesi Tengah dan Selatan, Maluku bagian tengah dan Papua bagian Tengah.
"Monsoon Asia yang bergerak ke Australia melewati Indonesia menunjukkan adanya pergerakan angin di bawah angka nol atau negatif yang berarti arah angin dari utara makin kuat. Jika grafik banyak di bawah nol, uap air semakin tinggi sehingga potensi pertumbuhan awan dan hujan juga semakin tinggi," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan untuk wilayah Jabodetabek, wilayah selatan dan barat akan mendapat lebih banyak curah hujan daripada sebelah utara dan selatan.
Durasi hujan pun diprediksi panjang pada kondisi curah hujan tinggi, yakni berlangsung mencapai 14-18 jam sedangkan saat kondisi transisi berlangsung 3-4 jam.
BMKG menyatakan meskipun sudah memasuki musim hujan, fenomena El Nino masih berlangsung sampai Maret 2016.
"El Nino itu masih berlangsung sebenarnya hanya saja dampaknya tidak dirasakan lagi. Jadi tidak ada istilah El Nino muncul kembali," kata Kepala Pusat Iklim, Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG Nurhayati.
Nurhayati menjelaskan hujan yang terjadi pada akhir Desember dan awal Januari seolah menghilang karena kembali panas.
Kondisi tersebut dinamakan "monsoon break" yang terjadi karena adanya angin baratan sebagai penyeimbang dari El Nino yang kemudian melemah sehingga menyebabkan potensi hujan melemah. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun