Suara.com - Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso berncana dalam waktu dekat akan menemui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly dan juga Dirjen Lembaga Pemasyarakatan, I Wayan Dusek. Hal tersebut buntut dari kekesalan Budi Waseso akan adanya oknum petugas Lapas yang menghalang-halangi pihaknya untuk memberantas pelaku penyalahgunaan narkotika di dalam penjara.
"Dalam waktu dekat kita akan ke Menkumham dan Dirjen pPas, dan saya minta ada kebebasan karena kita bekerja untuk negara dan atas nama undang-undang, tapi kita selalu dihalang-halangi," kata Pria yang akrab disapa Buwas di Gedung BNN Jalan MT. Haryono Cawang, Jakarta Timur, Selasa(26/1/2016).
Menurut Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri tersebut BNN bersama dengan Kepoilisian RI sudah berusaha dan bekerja untuk memberantas kasus yang menghncurkan generasi masa depan tersebut. Namun, yang menjadi hambatan baginya adalah, BNN tidak sangat sulit untuk mendapatkan barang bukti yang ada di dalam penjara. Pasalnya, hal tersebut dihadang oleh oknum petugas lapas.
"Alat teknologi ini bisa masuk ke dala Lapas, ini luar biasa, namun upaya Polri dan BNN sudah tegas, permasalahnya, ini bukan kewenangan Polri dan BNN untuk penahanan, karena ternyata terbukti ada bandar narkotika yang bekerja dengan aman di di dalam penjara, karena tidak hisa disentuh oleh Polri dan BNN," kata Buwas.
Menurut Polisi Berbintang tiga tersebut, saat ini hampir di seluruh lembaga pemasyarakatan, 60 persen penghuninya adalah pelaku kejahatan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, apabila oknum Lapas terus bekerja sama dengan para bandar narotika tersebut, maka peluang untuk berantas narkotika dalam lapas itu sangat kecil.
"Peredaran kejahatan narkotika di hampir semua terjadi di seluruh Lapas di Indonesia, sekitar 80 persen ke atas lah, peredarannya itu terjadi di Lapas," kata Buwas.
Berita Terkait
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Jelang Persidangan, Bupati Fadia Arafiq Dipindah ke Lapas Perempuan Semarang
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung
-
Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang