Suara.com - Mantan Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara Mahful M. Tumanurung mengecam keras tindakan pengusiran dan pembakaran rumah mantan pengikut Gafatar di Kalimantan Barat.
"Kami kutuk perbuatan itu, pengusiran secara paksa yang sistematis, pengrusakan serta pembakaran dan juga penjarahan terhadap aset yang dimana lahan kami itu adalah sah," kata Mahful dalam konferensi persi di LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).
Saat ini, ribuan mantan pengikut Gafatar dipulangkan pemerintah ke daerah masing-masing. Mereka terpaksa meninggalkan harta benda karena sudah tidak mungkin dipertahankan setelah ada gerakan anti terhadap Gafatar.
Mahful meminta pertanggungjawaban terhadap semua yang terlibat dalam perusakan dan penjarahan harta benda milik mantan anggota Gafatar.
"Kami meminta kepada pemerintah atau pihak berwenang untuk dapat menjamin keselamatan diri dan aset yang terpaksa kami tinggalkan di Kalimantan," kata Mahful.
Mahful datang ke LBH Jakarta untuk meminta bantuan untuk menangani kasus tersebut.
"Untuk itu, kami menuntut kepada pihak berwenang untuk terus mengusut dan menuntaskan persoalan ini secara hukum," kata Mahful.
"Mereka dipaksa meninggalkan masa depan di Kalimantan. Dari mana modal usaha untuk bertani kok. Saya sendiri prihatin karena mereka sudah tidak punya apa-apa dan memindahkan aset ke sana," Mahful menambahkan.
Organisasi ini telah dibubarkan secara nasional sejak 13 Agustus 2015.
Meski Gafatar sudah dibubarkan, program kerja Gafatar yakni kedaulatan pangan tetap berjalan.
Mengapa selama ini mereka tertarik ke Kalimantan Barat? Mahful menjelaskan karena daerah tersebut memberikan penghidupan yang baik.
"Kami hanya lakukan program kedaulatan pangan, kami sepakat dalam kongres luar biasa itu fokus pada membangun bangsa lewat kedaulatan pangan tidak ada pemaksaan sama sekali," kata Mahful.
Meski bubar, program kerja Gafatar yakni kedaulatan pangan tetap berjalan.
Mahful mengatakan kedaulatan pangan sangat penting karena di masa mendatang masalah dunia adalah persoalan pangan.
Mahful mengatakan Kalimantan merupakan daerah yang strategis untuk bercocok tanam. Tanaman subur dan harga tanah masih relatif murah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
-
Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton
-
Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila
-
5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review
-
Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya
-
Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku
-
Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi
-
Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen