Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperbaiki 21 mesin pompa penyedot air yang sebelumnya rusak karena tersumbat sampah. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap masyarakat jangan hobi membuang sampah di secara sembarangan agar tidak merusak pompa lagi.
"Makanya masyarakat juga saya minta tolong jangan buang sampah sembarangan. Rata-rata jalan raya yang tersumbat itu karena sampah dari masyarakat," ujar Ahok usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jalan Krendang Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (3/2/2016).
Ahok juga memerintahkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum maupun Dinas Tata Air DKI agar jangan hanya bekerja saat sampah sudah menggunung. Mereka harus bekerja untuk mencegah sampah dan genangan air.
"Saya sudah minta PPSU maupun Tata Air kalau hujan betul-betul sekarang jangan cuma lihat sampah. Mesti lebih cerdas. Mesti mulai lihat saringan. Karena biasanya tadinya bersih, tiba-tiba hujan sampah masuk. Nah ini semua yang mesti diperhatikan," kata Ahok.
Sampah merupakan persoalan besar yang dihadapi pemerintah Jakarta. Persoalan lain adalah banjir saat musim hujan dan kemacetan arus lalu lintas serta polusi udara.
Untuk menangani permasalahan itu, tak bisa dilakukan pemerintah sendiria, masyarakat juga diminta ikut membantu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama