- Survei Poltracking Indonesia per Maret 2026 mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai angka 75,1 persen.
- Program MBG menjadi pendorong utama kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan selama 1,5 tahun masa jabatan.
- Pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan serta kerukunan antarumat beragama di tengah ketegangan geopolitik dunia saat ini.
Suara.com - Memasuki 1,5 tahun masa kepemimpinan, duet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut sukses mengantongi rapor hijau dari masyarakat.
Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini berada di angka yang sangat solid, yakni mencapai 75,1 persen.
Angka fantastis ini selaras dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja personal Prabowo Subianto yang menyentuh 74,9 persen. Sementara itu, secara institusi, kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan berada di angka 74,1 persen.
Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amrawi, menilai pencapaian ini sangat signifikan mengingat situasi global yang sedang tidak menentu.
“Di tengah ketegangan geopolitik dunia saat ini, kepuasan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran masih cenderung tinggi,” ujar Masduri saat merilis survei nasional bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo-Gibran, Senin (13/4/2026).
Efek Dominan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Berdasarkan data survei, tingginya kepercayaan masyarakat ternyata dipicu oleh penetrasi program-program strategis yang langsung dirasakan rakyat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul sebagai faktor utama (top of mind) yang mendongkrak kepuasan publik.
Berikut adalah rincian faktor pendorong kepuasan masyarakat:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG): 23 persen.
- Bantuan Pemerintah Tepat Sasaran: 13,8 persen.
- Kepemimpinan Tegas dan Berwibawa: 10,2 persen.
Masduri menjelaskan bahwa meskipun program MBG sempat menuai perdebatan di ruang publik, namun realitas di lapangan menunjukkan masyarakat menyambutnya dengan tangan terbuka.
Baca Juga: Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
“Di tengah kontroversi dan perbedaan pandangan berkaitan dengan program (MBG) ini, ternyata publik secara umum mendapatkan perhatian yang cukup baik,” tambah Masduri.
Stabilitas Keamanan dan Kerukunan Beragama
Tak hanya soal urusan perut dan bantuan sosial, Pemerintahan Prabowo-Gibran juga mendapat apresiasi tinggi dalam menjaga stabilitas nasional. Sebanyak 77,8 persen publik mengaku puas dengan upaya pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Selain itu, Prabowo dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan (69,9 persen) serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa (69,4 persen).
“Pemerintahan Prabowo-Gibran sejauh ini dinilai cukup baik di dalam menjaga stabilitas keamanan dan politik nasional,” katanya.
Metodologi Survei
Berita Terkait
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global
-
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
-
Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan