Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta Bupati Bangka agar tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga Ahmadiyah di sana. Pemkab juga diminta jangan mengusir mereka dari tempat tinggalnya.
Pemerintah daerah diminta agar melakukan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan masalah terhadap warga yang menganut kepercayaan Ahmadiyah.
"Bagaimanapun juga mereka juga saudara-saudara kita sebangsa. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama menghimbau agar pemerintah daerah mengedepankan pendekatan persuasif," kata Lukman di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Menurut dia, Ahmadiyah itu hanya ajaran kepercayaan yang dianut. Sehingga tidak harus disikapi dengan tindakan yang diskriminatif.
"Kecuali memang sudah amat sangat meresahkan, tentu pendekatannya agak berbeda," ujar dia.
Selain itu, Lukman juga menghimbau kepada semua masyarakat khsusnya di Bangka agar tidak terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan menghakimi terhadap warga penganut Ahmadiyah.
"Kami juga menghimbau masyarakat agar pendekatannya lebih empatik. Karena ini (Ahmadiyah) kan terkait dengan sebuah keyakinan, faham," terang dia.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai masalah ini.
"Tentu Kementerian Agama punya jajaran di Provinsi, Kabupaten/Kota, kami punya penyuluh-penyuluh agama dan seterusnya. Tentu kami akan melakukan tindak lanjut dari ini," tandas Lukman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat