Suara.com - Singapura tengah dihebohkan dengan kasus pembunuhan berantai terhadap kucing di Yishun Town di Utara Singapura. Puluhan kucing mati misterius di sana dengan mengenaskan.
Kucing-kucing terteletak dengan mulut mengeluarkan darah dan kepala pecah. Ada juga kucing yang sekujur perutnya hancur seperti habis terhempas dari ketinggian. Tidak ada yang tahu 'cara' mereka mati mengenaskan.
Kejadian ini berantai sejak September 2015. Awalnya kematian ini dianggap tidak aneh di distrik yang mempunyai luas 21 km persegi itu. Namun anehnya hanya di Yishun kucing-kucing itu mati mengenaskan.
Sampai Kamis (4/2/2016) kemarin ada 27 kucing yang mati. Saat ini kasus kematian kucing-kucing itu diusut oleh kepolisian Singapura atau Police Force Singapore (SPF). Mereka dibantu oleh Agri-Food and Veterinary Authority of Singapore (AVA).
Dari 27 kematian kucing itu, baru 2 kucing yang matinya terungkap. Dua orang ditangkap dan didakwa.
Mereka adalah lelaki berusia 40 tahun bernama Lee Wai Leong dia didakwa membunuh kucing dengan kejam. Kucing 'kampung' dilempar dari lantai 13 apartemennya di Yishun Ring Road 30 Oktober 2015. Namun dia tidak ditahan. Lee memberikan jaminan 10.000 dolar AS 19 Januari lalu. Satu seorang lelaki berusia 51 tahun. Dia ditangkap dengan dugaan penyalahgunaan kucing.
Sementara kucing lainnya mati misterius.
Catatan AVA, mereka mengotopsi 7 kucing yang diduga mati dibunuh. Namun hasilnya, mereka mati bukan karena kekerasan. Mereka korban kecelakaan di jalan, jatuh dari ketinggian dan ada juga yang mati karena sudah ajalnya alias alamiah.
Melacak pembunuh berantai kucing
Salah satu media online terkemuka di Singapura, stomp.com.sg menganggap serius kematian ini. Bahkan beberapa media di Asia Tenggara menyoroti kematian kucing ini sebagai hal yang aneh.
Stomp, bahkan meminta pembacanya melaporkan setiap kematian kucing misterius dengan mengirimkan email ke redaksi. Hasilnya, laporan itiu menjadi satu kronologi kematian kucing-kucing secara misterius di Yishun.
"Anda bisa mengirimkan petunjuk atau laporan dari sesuatu yang mencurigakan, atau pergi berpatroli dan melaporkan apa yang Anda lihat dengan mengirimkan email ke stomp@stomp.com.sg. Bersama-sama, mari kita untuk mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal ini," begitu seruan media itu.
Kucing yang mati misterius terakhir kali, Senin (1/2/2016) lalu. Kucing itu mati di Blok 287 Yishun Street 6. Kematian itu dilaporkan ke Stomp. Pelapornya bernama Surya Abdullah. Dia bercerita detik-detik kucing itu menemui ajal.
Dalam akun Facebooknya, Abdullah bercerita kucing berwarna putih itu dalam keadaan lemas. Dia mencoba memberikan makan dan minum, tapi kucing itu menolak. Bahkan kucing itu terlihat gerak-gerik rasa takut. Abdullah pun meninggalkannya, lalu dia kembali lagi keesokan harinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri