Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/1). [suara.com/Oke Atmaja]
Anggota Dewan Pers dari unsur tokoh masyarakat Yosep Stanley Adi Prasetyo mewacanakan penerbitan buku panduan penulisan bagi jurnalis dalam memberitakan kasus misteri pembunuhan. Tujuannya agar media massa tak terjebak pada pelanggaran presumption of innocence atau asas praduga tak bersalah dan trial by press atau melakukan penghakiman sendiri seperti dalam kasus kematian Engeline Margriet Megawe di Denpasar, Bali, dan Wayan Mirna Salihin di Jakarta.
"Barangkali kami (Dewan Pers) perlu susun panduan meliput seperti ini. Misal dalam kasus Engeline juga, kasus ini telah membangun solidaritas masyarakat. kita, masyarakat dan media juga kebingungan (melihat kasus itu). Pertama, mengutuk Agus Tai yang disebutkan sebelum membunuh dia memperkosa Engeline. Tapi ternyata tidak terbukti, lalu ibunya yang dikutuk," kata Stanley kepada Suara.com baru-baru ini.
"Barangkali kami (Dewan Pers) perlu susun panduan meliput seperti ini. Misal dalam kasus Engeline juga, kasus ini telah membangun solidaritas masyarakat. kita, masyarakat dan media juga kebingungan (melihat kasus itu). Pertama, mengutuk Agus Tai yang disebutkan sebelum membunuh dia memperkosa Engeline. Tapi ternyata tidak terbukti, lalu ibunya yang dikutuk," kata Stanley kepada Suara.com baru-baru ini.
Hal yang sama juga terjadi pada kasus Mirna. Terlepas apakah tersangka Jessica nanti terbukti berbuat, saat ini pemberitaan sebagian media massa sudah cenderung berlebihan atau melewati fakta-fakta yang ada. Pemberitaan dipenuhi dengan analisa-analisa yang sudah mengarah ke pelaku, padahal pengadilan belum memutuskan siapa yang bersalah.
"Itu memberikan tekanan ke penyidik dan hakim pengadilan. Harusnya, kan polisi dan pengadilan independen. Kasih kesempatan ke penyidik dan hakim memeriksa saksi, mendengarkan ahli, lalu membuat keputusan yang baik berdasarkan kebenaran. Kalau sekarang kan jadi susah, opini publik sudah ada dan menggiring," kata Stanley.
Stanley mengingatkan media massa berhati-hati dalam mengemas berita-berita misteri pembunuhan agar jangan sampai membuat pihak berwajib bekerja tak profesional karena tekanan opini publik.
"Kita harus jaga diri. Saling mengingatkan. Kasus seperti ini tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lagi," katanya.
Stanley menambahkan Dewan Pers akan membuat diskusi publik untuk membahas permasalahan ini agar menjadi perhatian semua pihak.
"Kami akan mendorong untuk mengingatkan teman-media, ayo tahan diri (tunggu keputusan pengadilan dan jangan membuat analisa sendiri dalam kasus pembunuhan Mirna). Bukan kasus ini saja, bukan tak mungkin akan terulang lagi. Dalam kasus pembunuhan disertai misteri seperti ini, bisa terjadi lagi," kata Stanley.
Untuk menyusun buku panduan pemberitaan tentang misteri pembunuhan yang disertai konspirasi, kata Stanley, membutuhkan dukungan stakeholders agar hasilnya komprehensif, seperti organisasi kewartawanan, pengusaha media, akademisi, hakim, dan polisi, kejaksaan.
"Kalau sudah mantap baru masuk pleno Dewan Pers, lalu ditetapkan," katanya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan
-
Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!
-
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik
-
Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola
-
DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi
-
Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut
-
Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution
-
Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan
-
Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat
-
KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim