Suara.com - Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan prospek pers Indonesia di masa depan ditentukan berkembangnya demokrasi di dalam negeri, karena keduanya seperti dua sisi mata uang.
"Prospek pers dari sisi sistemnya (ditentukan) perkembangan demokrasi. Tidak ada pers merdeka tanpa demokrasi," katanya di Mataram, Senin.
Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan dalam acara "Konvensi Nasional Media Massa, Refleksi Pers Nasional Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan" di Mataram, Senin (8/2/2016).
Dia mengatakan, perkembangan demokrasi yang sehat akan mendorong terciptanya pers yang juga sehat.
Selain itu, dia menjelaskan, prospek pers dari sisi sistem juga ditentukan tingkat kemajuan masyarakat dari sisi pendidikan dan kesejahteraannya.
"Di Papua harga satu ekslempar surat kabar senilai Rp10.000, masyarakat tidak bisa membeli," ujarnya.
Menurut dia, pers akan nyata berfungsi sebagai inspirasi dan pusat pengembangan nilai-bilai kemanusiaan dan merealisasikan pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Terakhir, menurut dia, prospek pers dari sisi sistem yaitu pers berkembang apabila profesionalisme dan idealisme ada pada tiap wartawan.
"Pers berkembang kalau profesionalisme dan idealisme ada di hati kita," katanya.
Selain itu dia juga menyoroti terkait keberadaan media cetak yang banyak berpendapat eksistensinya akan hilang. Menurut dia, meskipun masyarakat menginginkan adanya kecepatan berita namun mereka tetap menginginkan ketepatan, dan itu bisa diisi oleh media cetak.
"Masyarakat tidak sekedar menginginkan berita yang cepat namun butuh kedalaman berita, itu sulit dipenuhi media darling," katanya.
Menurut dia, yang dibutuhkan media cetak adalah meninjau sistem pers dan menggalakkan pers investigatif serta meningkatkan mutu sumber daya manusia. (Antara)
Berita Terkait
-
Evaluasi Barikade Demonstrasi: Belajar Merawat Demokrasi dari Korea Selatan
-
Anak Muda Harus Melek Politik: Tiap Kebijakan Menentukan Nasib Warga Negara
-
Rakyat Bukan Tim Sorak Kekuasaan, Pejabat Digaji Memang untuk Bekerja
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Ratusan Aktivis dan Intelektual Gelar Konferensi Republik Soroti Krisis Demokrasi hingga Oligarki
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno