Polda Metro Jaya dan Australian Federal Police bekerjasama untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin (27).
"Kami ingin tahu hubungan (tersangka) Jessica dan Mirna lebih spesifik. Kami mau tahu profil Jessica, termasuk karakter selama dia hidup di Australia untuk mencari tahu apa yang terjadi. Kemungkinan motif hubungan dengan Jessica," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian di Mapoda Metro Jaya, Rabu (10/2/2016).
Jessica merupakan teman kuliah Mirna di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus 2008. Setelah kuliah, Jessica tinggal di Sidney dan bekerja di New South Wales Ambulance.
Tito menambahkan kepolisian Federal Australia membantu mengumpulkan informasi tentang keseharian Jessica di Australia.
"Kami sudah mendapat prosedur di sana, kami sudah mendapatkan izin dari kepolisian Australia, dan ini waktu kami menginvestigasi," kata Tito.
Tapi, Tito enggan menjelaskan apa saja informasi yang diberikan kepolisian Australia kepada Polda Metro Jaya.
"Kami tidak akan buka di sini," kata dia.
Selain itu, kata Tito, penyidik sekarang ini juga terus berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk memperkuat alat bukti. Berkas perkara Jessica belum juga rampung, karena penyidik masih membutuhkan beberapa keterangan dari saksi dan ahli.
"Prinsip sekarang ini memperkuat bukti-bukti seperti koordinasi dengan jaksa terus dilakukan. Kalau jaksa mengatakan perlu tambah saksi ahli atau BAP yang perlu kami ulangi , ada pertanyaan yang perlu ditambah itu yang kita lakukan sekarang," kata Tito.
Suara.com - Mirna meninggal dunia usai meneguk es kopi Vietnam bercampur zat sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016).
Saat peristiwa terjadi, di meja yang sama, Mirna ditemani dua kawan, Jessica dan Hanie. Mereka merupakan teman sekampus di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus 2008.
Jessica ditangkap saat berada di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/1/2016) sekitar pukul 07.45 WIB.
Usai menjalani pemeriksaan selama lebih dari 13 jam. Jessica langsung dijebloskan ke sel tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat