Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan penetapan Abdul Aziz atau Daeng Aziz sebagai tersangka kasus perdagangan wanita dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara pada, Minggu (21/2/2016) malam.
"Dari tadi malam gelar perkara sudah penetapan tersangka. Pasalnya 296 jo 506 KUHP, Mucikari," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22_2/2016) malam.
Menurut Krishna penetapan Aziz sebagai tersangka merupakan pengembangan dari pria berinisial DK yang telah diamankan.
"Iya persis, ada hubungannya," kata dia.
Krishna juga membeberkan peran Daeng Aziz yang menjadi bos besar dalam bisnis prostitusi di kawasan Kalijodo.
"Ada tempat fasilitas namanya, kan ada kamar kamar di situ, ada orang disediakan, ada transaksinya, kemudian ada saksinya orang yang dipekerjakan ada, ada yang ngurusnya," kata Krishna.
Beberapa kafe yang dimiliki Aziz dimanfaatkan untuk dijadikan tempat 'esek-esek'. Polisi juga telah memeriksa tiga wanita yang dipekerjakan Aziz sebagai pekerja seks komersial (PSK).
"Ada periksa sembilan saksi, ada tiga perempuan yang dipekerjakan, pengurus, pembukuan, kasir, yang melayani semua, dan bukan cuma satu kafe. Beberapa kafe lain," katanya.
Namun Krishna mengaku belum mengetahui total PSK yang diasuh oleh Aziz. Krisha berjanji akan menanyakan soal bisnis prostitusi tersebut saat pihaknya memeriksa Aziz, pada Rabu (24/2/2015) depan.
"Nanti kita tanya langsung ke dia (Daeng Aziz). Rabu (kita) panggil, nanti kita ajak ngobrol diperiksa," katanya.
Sebelumnya, polisi menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di kawasan Kalijodo. Dalam operasi tersebut, sejumlah senjata tajam ditemukan di dalam kafe Intan yang dimiliki oleh Daeng Aziz.
"Kita temukan badik, samurai, golok, anak panah, tombak, ratusan senjata tajam itu ditemukan di cafe milik Azis," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara. Sabtu (20/2/2016) kemarin.
Bukan cuma menemukan senjata tajam, petugas kata Krishna juga mengamankan puluhan krat berisi minuman keras dari gudang penyimpanan miras milik Daeng Aziz. Sejumlah alat kontrasepsi, video porno pun juga diamankan oleh petugas.
"Diduga itu semua memang punya Azis. Bukan Daeng ya dia," kata Krishna.
Dalam operasi tersebut, polisi telah mengamankan seorang pria berinisial DK yang diduga berprofesi sebagai mucikari di kawasan Kalijodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji
-
Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!