Suara.com - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Prof DR. Munzir Hitami mengatakan gerakan sosial perlu dibentuk untuk melawan perilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT, yang kini meresahkan kalangan orang tua.
"Gerakan sosial dinilai ampuh untuk menekan LGBT jika seluruh pihak mulai dari keluarga, rumah tangga, organisasi masyarakat, pemerintah, Muhammadiyah dan NU bersinergi menentangnya," kata Munzir Hitami, disela sidang senat terbuka dalam rangka yudisium ke-35 bagi 81 wisudawan dari fakultas dakwah dan komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, di Pekanbaru, Selasa.
Tanggapan tersebut diberikan terkait maraknya perilaku LGBT, dan istilah itu digunakan semenjak tahun 1990-an untuk menggantikan frasa "komunitas gay", karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Akronim ini muncul dengan tujuan untuk menekankan keanekaragaman "budaya yang berdasarkan identitas seksualitas dan gender".
Menurut Munzir Hitami, LGBT merupakan budaya alam liberal yang mempengaruhi dan berkembang di Indonesia kendati ini sangat tabu karena bukan budaya Indonesia.
Merebaknya prilaku LGBT, katanya, lebih akibat makin terbukanya informasi yang berkembang yang sangat liberal, sedangkan media massa justru mengeksposnya secara besar-besaran.
"Positifnya memang akibat kemajauan teknologi dan informasi semua orang bisa menjadi tahu namun telah menimbulkan keresahan dan berdampak terjadinya kehancuran moral di kalangan generasi muda,"katanya.
Kekhawatiran terhadap berkembangnya LGBT juga sama dengan narkoba dan kriminalitas yang makin meningkat yang mengancam keselamatan generasi muda.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah gerakan sosial dimulai dari rumah tangga, semua lapisan masyarakat, lembaga informal NU, Muhammadiyah untuk membasmi prilaku tersebut.
Selain itu, pada wisudawan juga diharapkan meningkatkan perannya menjadi pendamping masyarakat, pelopor pembangunan dan senantiasa memberikan dakwah untuk menuju kebaikan.
Sarjana yang diwisuda sebanyak 81 orang itu berasal dari fakultas dakwah dan komunikasi dengan jurusan bimbingan konseling Islam sebanyak 17 orang, jurusan komunikasi sebanyak 42 orang, jurusan masyarakat dakwah sebanyak 14 orang, dan jurusan pengembangan masyarakat Islam sebanyak delapan orang. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar
-
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak
-
Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda
-
Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi