Hujan deras di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Provinsi Jawa Timur mengakibatkan banjir melanda beberapa daerah di Kabupaten Sampang sejak Jumat (26/2/2016) pukul 13.30 Wib dan hingga saat ini terus meluas.
Sungai Kemuning meluap karena tidak mampu menerima debit banjir di kawasan hulu di Sampang Utara dan limpasan banjir dari Kota Sampang. Banjir bersamaan dengan air laut pasang sehingga Kota Sampang lebih rendah dari permukaan air laut.
Hingga Sabtu (27/2/2016) pukul 20.00 WIB, banjir menggenangi 13 kelurahan. Sebanyak 11.468 KK atau 34.225 jiwa terdampak langsung oleh banjir.
Berdasarkan data sementara 13 kelurahan yang terendam banjir beserta jumlah penduduk terdampak meliputi:
1. Desa Tanggumong (700 KK, 3 ribu jiwa).
2. Desa Kamoning (810 KK, 2.400 jiwa).
3. Desa Pangelen (850 KK, 3.000 jiwa).
4. Desa Paseyan (750 KK, 2.300 jiwa).
5. Desa Panggung (700 KK, 3 ribu jiwa).
6. Desa Banyumas (200 KK, 700 jiwa).
7. Desa Gunungmadah (750 KK, 3.500 jiwa).
8. Kelurahan Gunung Sekar (3 ribu KK, 9 ribu jiwa).
9. Kelurahan Rongtengah (1.500 KK, 6 ribu jiwa).
10. Kelurahan Polagan (428 KK, 700 jiwa).
11. Kelurahan Karang Dalem (100 KK, 375 jiwa).
12. Kelurahan Banyuanyar (80 KK, 250 jiwa).
13. Kelurahan Dalpinang (1.600 KK, 5 ribu jiwa)
Daerah yang paling parah terjadi banjir adalah di Jalan Melati dan Mawar Kelurahan Dalpinang yang mencapai satu meter karena merupakan dataran rendah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Suara.com mengatakan upaya penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat. BPBD Provinsi Jawa Timur membantu penuh penanganan banjir. Sebelumnya Bupati Sampang telah menetapkan status Tanggap Darurat Banjir yang berlaku 12 Februari 2016 hingga 12 Maret 2016.
BPBD Kabupaten Sampang telah membuat dapur umum untuk memberikan bantuan makanan siap saji. Meskipun terendam banjir 30 – 150 sentimeter, sebagian besar masyarakat tidak mau mengungsi. Lokasi pengungsian telah disiapkan di Pendopo Sampang. Masyarakat yang mau mengungsi ditampung di kantor Dinas Kesehatan dan dan di tepi jalan raya karena mereka tidak mau mengungsi jauh dari tempat tinggalnya. Sebagian memilih menumpang ke sanak saudaranya yang tidak kebanjiran.
Sutopo menjelaskan kebutuhan mendesak saat ini adalah bahan-bahan sembako seperti permakanan, air bersih, selimut, perahu karet dan lainnya.
Kabupaten Sampang adalah daerah rawan banjir karena posisinya di bawah air laut saat pasang dan akibat luapan Sungai Kemuning. Sebelumnya, pada 12 Februari 2016 juga terjadi banjir yang mengakibatkan enam desa terendam banjir dan satu orang tewas terseret banjir.
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Danilo Santacruz Gonzalez? Eks Timnas Paraguay Rekrutan Asing Pertama Madura United
-
Madura United Pertahankan 3 Gelandang untuk Super League Musim Depan, Siapa Saja?
-
Madura United Rekrut Pelatih asal Portugal untuk Hadapi BRI Super League 2026/2027
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Hitung-hitungan Persis Solo atau Madura United yang Bakal Degradasi
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya
-
Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk
-
KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa
-
Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa
-
Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur