News / Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:54 WIB
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf ancam Rezim Zionis Israel terkait serangan ke Lebanon. Ia sebut waktu hampir habis dan siap beri reaksi keras.
Baca 10 detik
  • Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuduh Amerika Serikat melanggar Nota Kesepahaman Islamabad pada Rabu, 8 Juli 2026.
  • Qalibaf memperingatkan bahwa pelanggaran Amerika Serikat terhadap kesepakatan tersebut akan memicu respons tegas dari pihak Iran.
  • Iran menegaskan keamanan Selat Hormuz harus dikelola negara regional tanpa campur tangan ancaman militer Amerika Serikat.

Suara.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuding Washington melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang sebelumnya disepakati kedua pihak.

Melalui unggahan di platform X pada Rabu (8/7/2026) malam, Qalibaf menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan Amerika Serikat.

Qalibaf: Pelanggaran Janji Ada Konsekuensinya

Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]

Dalam pernyataannya, Qalibaf menilai Amerika Serikat belum mengambil pelajaran dari berbagai konflik sebelumnya.

"Amerika Serikat masih belum belajar bahwa penindasan dan pelanggaran janji tidak lagi tanpa biaya," tulis Qalibaf, dikutip dari Tasnim News.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons apabila kembali menjadi sasaran serangan.

"Biar saya nyatakan dengan jelas: jika Anda menyerang, Anda akan diserang," lanjutnya.

Qalibaf menilai tindakan Amerika Serikat telah memperburuk situasi keamanan di kawasan dan memperbesar risiko eskalasi konflik.

Soroti Selat Hormuz

Baca Juga: Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Selain menyinggung isu keamanan, Qalibaf juga mengomentari posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Menurutnya, keamanan kawasan tersebut harus dikelola oleh negara-negara regional.

"Selat Hormuz hanya akan terbuka dengan pengaturan Iran, bukan ancaman Amerika," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap stabilitas jalur pelayaran di kawasan Teluk.

Tuduhan Pelanggaran MoU Islamabad

Qalibaf juga menuduh Amerika Serikat telah melanggar sejumlah poin dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.

Menurutnya, pelanggaran tersebut meliputi ancaman serangan lanjutan, penerapan kembali sanksi ekonomi terhadap sektor energi Iran, hingga dukungan terhadap operasi militer Israel di Lebanon.

Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar perselisihan antara Teheran dan Washington yang dalam beberapa waktu terakhir kembali memanas akibat meningkatnya aktivitas militer dan diplomasi kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Load More