- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuduh Amerika Serikat melanggar Nota Kesepahaman Islamabad pada Rabu, 8 Juli 2026.
- Qalibaf memperingatkan bahwa pelanggaran Amerika Serikat terhadap kesepakatan tersebut akan memicu respons tegas dari pihak Iran.
- Iran menegaskan keamanan Selat Hormuz harus dikelola negara regional tanpa campur tangan ancaman militer Amerika Serikat.
Suara.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menuding Washington melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang sebelumnya disepakati kedua pihak.
Melalui unggahan di platform X pada Rabu (8/7/2026) malam, Qalibaf menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan Amerika Serikat.
Qalibaf: Pelanggaran Janji Ada Konsekuensinya
Dalam pernyataannya, Qalibaf menilai Amerika Serikat belum mengambil pelajaran dari berbagai konflik sebelumnya.
"Amerika Serikat masih belum belajar bahwa penindasan dan pelanggaran janji tidak lagi tanpa biaya," tulis Qalibaf, dikutip dari Tasnim News.
Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons apabila kembali menjadi sasaran serangan.
"Biar saya nyatakan dengan jelas: jika Anda menyerang, Anda akan diserang," lanjutnya.
Qalibaf menilai tindakan Amerika Serikat telah memperburuk situasi keamanan di kawasan dan memperbesar risiko eskalasi konflik.
Soroti Selat Hormuz
Baca Juga: Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Selain menyinggung isu keamanan, Qalibaf juga mengomentari posisi strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Menurutnya, keamanan kawasan tersebut harus dikelola oleh negara-negara regional.
"Selat Hormuz hanya akan terbuka dengan pengaturan Iran, bukan ancaman Amerika," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap stabilitas jalur pelayaran di kawasan Teluk.
Tuduhan Pelanggaran MoU Islamabad
Qalibaf juga menuduh Amerika Serikat telah melanggar sejumlah poin dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.
Menurutnya, pelanggaran tersebut meliputi ancaman serangan lanjutan, penerapan kembali sanksi ekonomi terhadap sektor energi Iran, hingga dukungan terhadap operasi militer Israel di Lebanon.
Ketegangan terbaru ini menambah panjang daftar perselisihan antara Teheran dan Washington yang dalam beberapa waktu terakhir kembali memanas akibat meningkatnya aktivitas militer dan diplomasi kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk
-
NewJeans Digugat di Amerika Serikat, Lagu ETA Dituduh Langgar Hak Cipta
-
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang
-
Amerika Serikat Gugur, Christian Pulisic Soroti Klinisnya Lini Depan Belgia
-
Usai Hadiri Pemakaman Khamenei, Delegasi Indonesia Dijadwalkan Bertemu Pejabat Iran
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
17 Pesawat dan 1.500 Prajurit Tambahan Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan
-
IHSG Diborong Asing, Cek Saham-saham Rekomendasi Pengamat Hari Ini
-
Gen Z dan Milenial Punya Peran Kuat , Ini Pesan dari Keponakan Prabowo
-
Apa Bedanya Luas dan Keliling? Ini Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya
-
Ulasan Tunggu Aku Sukses Nanti: Ketika Arti Kesuksesan Bukan Sekadar Materi
-
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Saham Ini Diramal Tahan Banting
-
Gempa M 5,2 Guncang NTT Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Mengenal Sifat Asli Zodiak Sagitarius yang Suka Kebebasan, Ternyata Sosok Sahabat Setia
-
Tujuh ABK Indonesia Terlantar di Perairan Fiji, Gaji Berbulan-bulan Tak Dibayar
-
Kisah Ajaib Desa Macondo di Serial One Hundred Years of Solitude: Part 1