Suara.com - Sejumlah dokumen yang memuat identitas dan informasi 22.000 anggota ISIS bocor ke publik. Situs berita pro Suriah, Zaman Al Wasl, baru-baru ini mempublikasikan sebagian dokumen tersebut.
Dokumen tersebut, seperti dilansir The Indenpendent, berisi 23 daftar isian tentang nama anggota, tanggal lahir, kewarganegaraan, asal kota, sampai golongan darah.
Daftar isian yang ditulis dengan huruf Arab tersebut mencakup sejumlah nama anggota ISIS yang cukup kerap disebut, seperti anggota asal Inggris, Abdel Bary, Junaid Hussain, dan Reyaad Khan.
Bary, mantan penyanyi rap asal London, Inggris, pada bulan Juli lalu dikabarkan sudah keluar dari ISIS dan lari ke Turki. Sementara itu, Hussain, dari Birmingham, Inggris, diyakini menjadi kepala media ISIS sebelum akhirnya tewas terbunuh dalam serangan udara pesawat nirawak AS bulan Agustus silam.
Khan, lelaki asal Cardiff, pernah muncul dalam sebuah video propaganda ISIS. Namun, ia kemudian dilaporkan terbunuh dalam serangan udara pesawat nirawak milik Angkatan Udara Inggris.
Dalam daftar isian tersebut, para calon anggota juga ditanyai soal preferensi mereka saat bertugas. Apakah mereka memilih menjadi pengebom bunuh diri, prajurit atau peran lainnya.
Situs Zaman Al Wasl mengungkap detail dari 1.736 petempur dari 40 negara. Seperempat diantaranya merupakan warga Arab Saudi, sementara sisanya adalah warga negara Tunisia, Maroko, dan Mesir.
Dalam dokumen yang ditulis dengan huruf Arab dan mencantumkan logo ISIS, diduga berisi detail informasi terkait 16 anggota asal Inggris. Sementara itu, anggota asal Eropa lainnya yang ada dalam daftar tersebut merupakan warga negara Prancis dan Jerman.
Empat anggota berasal dari Amerika Serikat. Sedangkan, enam lainnya berasal dari Kanada.
Timothy Holman, orang yang menerjemahkan sebagian dokumen tersebut mengatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut didapat di perbatasan kawasan yang dikuasai ISIS di Suriah antara bulan November sampai Desember 2013.
Keaslian dokumen tersebut belum dapat diverifikasikan. Namun, Kementerian Dalam Negeri Inggris mengaku sudah mengetahui laporan tersebut. Dokumen tersebut juga sesuai dengan deskripsi yang sedang diselidiki oleh dinas rahasia di Jerman.
"Setiap jihadis yang menyeberangi perbatasan ISIS untuk pertama kalinya diminta memberitahukan segala sesuatu tentang dirinya kepada petugas perbatasan, apa yang ia inginkan dengan menjadi anggota ISIS, apakah petempur atau pelaku bom bunuh diri," tulis Zaman Al Wasl.
Dokumen tersebut dirilis hari Selasa (8/3/2016), sehari setelah dinas rahasia Jerman Bundeskriminalamt (BKA) menerima ribuan dokumen ISIS.
"Kami yakin bahwa ini adalah dokumen asli," kata juru bicara BKA seperti dikutip situs tersebut.
Jaksa penuntut umum Jerman dikabarkan berencana menggunakan dokumen tersebut untuk menangkap anggota ISIS yang kembali ke Jerman. (Independent)
Tag
Berita Terkait
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror
-
Turki Gempur ISIS Online: 26 Orang Ditangkap Terkait Propaganda Teror di Medsos
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!