Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menegaskan bahwa bentrok antarwarga di Gunung Terang Kabupaten Tulangbawang Barat bukan konflik antarsuku, melainkan bentrokan antarwarga yang murni terjadi akibat adanya unsur tindak pidana.
"Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tujuh orang tersangka yang telah menjadi pemicu terjadi bentrok di wilayah tersebut," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih ketika dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu (12/3/2016).
Menurut dia, massa yang lebih kurang berjumlah 300 orang itu juga tidak melakukan pembakaran secara membabi buta, tetapi hanya pada sasaran yang diduga adalah milik para kelompok pelaku penyanderaan warga Dusun Terang Sakti dan Tri Mulyo Kecamatan Gunung Terang.
Kronologi kejadian, dia menyebutkan pada hari Jumat pukul 12.30 WIB telah terjadi penyanderaan terhadap warga Terang Sakti yang dilakukan oleh Irawan dkk. di Posko HTI Dusun Terang Sakti Tiyuh Gunung Terang Kecamatan Gunung Terang.
Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah mengetahui ada warga kampungnya disandera, kemudian kurang lebih 500 orang dari Dusun Terang Sakti dan Tri Mulyo melakukan pencarian dan penyerangan ke Posko Terang Sakti, selanjutnya massa mendapati kedua orang yang disandera telah meninggal dunia.
Akibat hal itu, kemudian massa mengamuk mencari Irawan dan kelompoknya yang diduga pelaku dan kelompoknya. Namun, tidak ditemukan sehingga massa membakar enam unit sepeda motor yang ditinggalkan pelaku di Posko HTI, serta membakar tiga rumah (diduga milik para pelaku penyanderaan itu).
Pada pukul 13.30 WIB, Kapolsek Gunung Terang AKP Sobari bersama anggotanya mendatangi Posko HTI di Dusun Terang Agung dan menemukan korban dua orang meninggal dunia dengan luka bacok dan luka tembak di kepala. Identitas korban Ketut Sartono dan Komang Suparte.
"Mendapati masih ada massa yang berada di wilayah itu sedang mencari terduga pelaku, kemudian Kapolres Tulangbawang meminta massa membubarkan diri, sekitar pukul 16.45 WIB massa membubarkan diri dan berkumpul di Posko Banjar (perbatasan Kabupaten Waykanan)," katanya.
Untuk menjaga tidak timbul bentrok susulan, kata dia, aparat gabungan, baik Polri maupun TNI, masih siap siaga.
"Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait dengan bentrok antarwarga itu," katanya pula.
Bentrok antarkampung itu juga diduga dipicu ulah kelompok preman yang meminta setiap kampung dikenai jatah uang keamanan senilai Rp5 juta/ha/tahun oleh salah satu kelompok. Bahkan, ada yang diminta hingga Rp60 juta sehingga bentrok itu terjadi.
Bentrok antarwarga dengan pelaku penyanderaan terjadi pada hari Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 12.30 WIB di Dusun Terang Agung Kampung Gunung Terang Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tulangbawang Barat itu mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya dirawat akibat luka bacok dan tembak.
Korban tewas dalam bentrokan itu adalah Ketut Sartono alias Anggi (35) warga asal Lampung Selatan, Komang Suparte alias Potek (30) berasal dari Seputihbanyak, Lampung Tengah dengan luka tembak di kepala, dan Paidi (40) dari Simpang Empat Menggala C, Gunter Kabupaten Tulangbawang.
Selain itu, tiga unit rumah dan enam sepeda motor yang diduga milik pelaku penyanderaan dan pembunuhan dibakar massa. (Antara)
Berita Terkait
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Pertamina dan Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung Tahun Ini
-
Cerita Inspiratif: Desa Hanura Lampung Tumbuh Lewat Sinergi Alam dan Warga
-
Rahasia Frengky Missa Bikin Bintang Persija Allano Lima Mati Kutu
-
Apa Saja Sampah Antariksa? Misteri Cahaya di Langit Lampung yang Terungkap
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi