Suara.com - Jenazah TKI korban gempa di Tainan, Taiwan, Ellisabeth Sami dimakamkan di kampung halamannya di Desa Petarangan Kledung Kabupaten Temanggung, Jateng, Senin (28/3/2016) Dia tewas dalam gempa yang terjadi 6 Februari 2016 lalu.
Keluarga korban, Leman mengatakan jenazah tiba di rumah duka pada Minggu (27/3/2016) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Kedatangan jenazah terlalu lama dari hari kejadian gempa, yakni 50 hari lebih baru sampai di rumah duka.
"Namun, pihak keluarga pasrah dan berterima kasih jenazah sudah diantar sampai rumah. Selama penantian jenazah, setiap malam kami berkumpul di rumah duka untuk menemani keluarga yang ditinggalkan," ucapnya di Temanggung, Senin siang.
Ellisabeth Sami meruapakan salah satu warga negara Indonesia korban gempa di Taiwan awal Februari 2016. Korban bekerja pada suatu keluarga di gedung yang roboh akibat gempa. Korban bersama majikannya meninggal tertimbun gedung apartemen tempat mereka tinggal.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung, Suminar Budi Setiawan mengatakan pemulangan jenazah memang cukup lama, karena memang memerlukan proses yang panjang.
Ia mengatakan sekitar seminggu setelah kejadian gempa dan diketahui Ellisabeth Sami menjadi korban pihaknya bersama petugas dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) mengambil sampel DNA dari keluarga korban.
"Setelah dicocokkan di sana ternyata memang cocok. Setelah pencocokan DNA selesai ternyata jenazah tidak langsung dipulangkan ke Indonesia, karena harus ada penyelesaian administrasi atau dokumen-dokumen yang lain," paparnya.
Menyinggung pemenuhan hak sebagai TKI, dia menuturkan pihaknya bakal berkoordinasi dengan BP3TKI.
"Mudah-mudahan hak-hak yang bersangkutan bisa diperoleh, karena bagaimananpun yang bersangkutan berangkat secara legal," ujarnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman