News / Nasional
Senin, 04 April 2016 | 03:32 WIB
Tito Karnavian saat dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/3/2016). [Setpres/Laily Rachev]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Tito Karnavian, mengatakan bahwa keberadaan kelompok Santoso alias Abu Wardah perlu terus diwaspadai. Hal itu karena menurutnya mereka merupakan simbol perlawanan dari kelompok-kelompok radikal saat ini, terutama yang ada di Kabupaten Poso dan sekitarnya.

Di wilayah Poso, menurut Tito, tidak bisa dipungkiri masih banyak kelompok maupun simpatisan Santoso yang berkeliaran. Terlebih wilayah itu adalah bekas daerah konflik, sehingga faktor utama berkepanjangannya jaringan terorisme di Poso kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor dendam, ditambah dengan masuknya ideologi radikal.

 
Menurut Tito, jika Santoso bisa ditangkap secepatnya, maka secara otomatis akan menurunkan moril anggota-anggotanya yang lain. "Saya yakin di Napu, tidak ada jaringan-jaringan seperti ini, tetapi hanya di wilayah Poso," ungkapnya di depan sejumlah wartawan, di Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Minggu (3/4/2016).

Tito menggungkapkan bahwa kedatangannya di Desa Watutau, ingin memotivasi unsur TNI/Polri yang ada di wilayah tersebut. Selain itu, BNPT menurutnya juga ingin melihat dan mengetahui langsung permasalahan-permasalahan yang ada, sekaligus menawarkan dukungan moril, serta memantau program kegiatan deradikalisasi dan melihat jaringan radikal di Poso dan sekitarnya.

"Strategi operasi saat ini cukup bagus. Sudah ada sektor-sektor, dan wilayah operasinya sudah tercover dengan adanya kekuatan personel 3.000 lebih," katanya.

Satu hal terpenting, kata Tito lagi, adalah bahwa setidaknya usaha maksimal telah dilaksanakan dengan bukti tertembaknya beberapa pengikut Santoso, entah dalam kondisi hidup maupun meninggal. Begitu pula dengan ditemukannya barang bukti berupa senjata dan bahan peledak lainnya.

"Kemajuan sangat bagus, apalagi senjata berhasil disita dan beberapa bahan peledak," ujarnya.

Tito sendiri mengakui bahwa kondisi kelompok Santoso saat ini sudah jauh melemah dan jumlah anggota serta senjatanya pun sudah mulai berkurang. Terlebih pasokan logistik dan akses senjata sudah terhenti total, dengan dilakukannya pos-pos pemeriksaan di beberapa titik pintu keluar-masuk pegunungan di wilayah Poso dan sekitarnya, yang sekaligus mempersempit ruang gerak mereka.

"Saya sangat optimistis. Dan tinggal menunggu waktu saja, serta keseriusan anggota di lapangan, kasus ini bisa secepatnya terungkap dan selesai. Insya Allah," harapnya. [Antara]

Load More