Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Tito Karnavian, mengatakan bahwa keberadaan kelompok Santoso alias Abu Wardah perlu terus diwaspadai. Hal itu karena menurutnya mereka merupakan simbol perlawanan dari kelompok-kelompok radikal saat ini, terutama yang ada di Kabupaten Poso dan sekitarnya.
Di wilayah Poso, menurut Tito, tidak bisa dipungkiri masih banyak kelompok maupun simpatisan Santoso yang berkeliaran. Terlebih wilayah itu adalah bekas daerah konflik, sehingga faktor utama berkepanjangannya jaringan terorisme di Poso kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor dendam, ditambah dengan masuknya ideologi radikal.
Menurut Tito, jika Santoso bisa ditangkap secepatnya, maka secara otomatis akan menurunkan moril anggota-anggotanya yang lain. "Saya yakin di Napu, tidak ada jaringan-jaringan seperti ini, tetapi hanya di wilayah Poso," ungkapnya di depan sejumlah wartawan, di Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Minggu (3/4/2016).
Tito menggungkapkan bahwa kedatangannya di Desa Watutau, ingin memotivasi unsur TNI/Polri yang ada di wilayah tersebut. Selain itu, BNPT menurutnya juga ingin melihat dan mengetahui langsung permasalahan-permasalahan yang ada, sekaligus menawarkan dukungan moril, serta memantau program kegiatan deradikalisasi dan melihat jaringan radikal di Poso dan sekitarnya.
"Strategi operasi saat ini cukup bagus. Sudah ada sektor-sektor, dan wilayah operasinya sudah tercover dengan adanya kekuatan personel 3.000 lebih," katanya.
Satu hal terpenting, kata Tito lagi, adalah bahwa setidaknya usaha maksimal telah dilaksanakan dengan bukti tertembaknya beberapa pengikut Santoso, entah dalam kondisi hidup maupun meninggal. Begitu pula dengan ditemukannya barang bukti berupa senjata dan bahan peledak lainnya.
"Kemajuan sangat bagus, apalagi senjata berhasil disita dan beberapa bahan peledak," ujarnya.
Tito sendiri mengakui bahwa kondisi kelompok Santoso saat ini sudah jauh melemah dan jumlah anggota serta senjatanya pun sudah mulai berkurang. Terlebih pasokan logistik dan akses senjata sudah terhenti total, dengan dilakukannya pos-pos pemeriksaan di beberapa titik pintu keluar-masuk pegunungan di wilayah Poso dan sekitarnya, yang sekaligus mempersempit ruang gerak mereka.
"Saya sangat optimistis. Dan tinggal menunggu waktu saja, serta keseriusan anggota di lapangan, kasus ini bisa secepatnya terungkap dan selesai. Insya Allah," harapnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme
-
BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya
-
Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green
-
Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris