Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk segera memiliki safe house yang bisa digunakan untuk menampung anak-anak korban eksploitasi.
"Dengan adanya safe house atau juga tempat transit tersebut, maka anak-anak bisa mendapatkan pelayanan dengan maksimal," katanya, usai mengunjungi Panti Pondok Kasih di Keputih, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/4/2016).
Mensos juga mengemukakan, tempat-tempat penampungan anak seperti di Panti Pondok Kasih ini perlu diketahui oleh para pemangku kepentingan, seperti dinas sosial atau juga petugas kepolisian.
"Supaya anak-anak yang tereksploitasi yang tersisir di jalanan oleh petugas tahu, nantinya diarahkan ke mana," katanya.
Khofifah mengemukakan, saat ini Kementerian Sosial sendiri hanya memiliki enam safe house. Oleh karenanya menurutnya, diharapkan kabupaten dan kota juga dapat memiliki safe house ini.
"Lokasi di Pondok Kasih, meskipun milik swasta, tetapi menurut saya sangat layak untuk digunakan sebagai shelter atau tempat transit anak-anak yang terjaring oleh Dinas Sosial Kota Surabaya atau juga petugas kepolisian," katanya.
Bahkan menurut Khofifah, beberapa daerah yang ada di sekitar Kota Surabaya juga bisa memanfaatkan tempat ini untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik.
"Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 4,1 juta anak terlantar, dan dari data di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terdapat sebanyak 18 ribu anak terekploitasi," katanya.
Mensos menambahkan bahwa untuk anak tereksploitasi ini, tidak boleh sembarangan diambil di jalanan, karena hal itu sama saja dengan penculikan.
"Biarkan petugas berwenang yang melakukan, baik itu dari dinas sosial atau juga dari petugas kepolisian," katanya.
Dalam kegiatan kali ini, turut ditampilkan pagelaran musik dan permainan angklung dari anak-anak penghuni panti. Mensos sendiri juga menyempatkan mengunjungi beberapa fasilitas yang ada di dalam panti tersebut, termasuk fasilitas perpustakaan. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat